Tampilkan posting dengan label Fotografi. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Fotografi. Tampilkan semua posting

KAMERA SLR

Kamera adalah alat yang khusus dirancang untuk merekam gambar pada film yang peka cahaya . Banyak macam kamera dan berbeda- beda, tetapi hampir semuanya bekerja dengan cara yang sama.

Salah satu kamera yang paling populer adalah kamera refleks dengan lensa tunggal

( Single Lens Refleks = SLR)

Sebuah kamera pada dasarnya adalah sebuah kotak anti cahaya. Sebuah lensa dipasang di satu sisi dan film diletakan di dalam kotak, membelakangi lensa. Sinar dicegah sehingga tidak masuk kedalam kotak oleh sebuah pengatur cahaya, sejenis penutup , yang terletak dibelakang lensa. Pada saat ditutup , pengatur cahaya menghentikan sinar yang akan masuk melalui sebuah lobang , yaitu sebuah celah di badan kamera. Cahaya yang memasuki lensa camera SLR = Single Lens Refleks akan dipantulkan keatas oleh sebuah kaca. Bagian atas kamera , sebuah kotak yang dibentuk khusus dan terbuat dari kaca yang disebut prisma segi lima, akan memantulkan cahaya/sianar keluar melalui kaca penglihat ( kaca yang digunakan untuk menglihat objek yang akan dipotret). Jenis kamera yang lain memiliki kaca penglihat yang terpisah dari pengatur cahaya dan lensanya .

 image

Jika pemakai kamera ingin mengambil gambar atau membidik, gambar seperti nyatanya

( yang akan direkam pada film ) dapat dilihat di dalam kaca penglihat ( view finder). Pada saat yang tepat, pengatur cahaya akan terbuka dengan menekan tombol yang disebut pembuka pengatur cahaya. Pada kamera jenis SLR, kaca akan terlontar ke atas dan sukar dicapai, sehingga memungkinkan sinar lewat melalui lensa dan mencapai film. Lensa membelokan berkas sinar sehingga dapat membuat gambar yang lebih tajam di atas film. Jumlah berkas sinaryang harus dibelokan atau dipantulkan tergantung pada berapa jauh jarak anatara benda ( objek dan kamera). Pembiasan diatur dengan memutar cincin pemfokus pada lensa. Beberapa klamera memakai focus tetap yang sesuai untuk pengambilan gambar objek yang berjarak jauh ataupun dekat. image

Jumlah sinar yang mengenai film harus diatur dengan cermat. Hal ini dapatdilakukan dengan dua cara . Lubang di depan lensa dapat dibuat membesar atau mengecilkan untuk mengubah jumlah sinar yang memasuki kamera. Selain itu , panjang waktu saat pengatur cahaya terbuka dapat diatur dengan mengubah kecepatan pengatur cahaya (speed). Kamera yang paling moderen mempunya pengukur cahaya yang sudah terpasang untuk mengukur kecerahan dari pemandangan didepan kamera. Kamera-kamera itu menggunakan alat ini untuk mengatur lubang dan kecepatan cahaya secara otomatis.

image

Foto Sebagai Media Komunikasi

Foto yang baik tentu menghasilkan dampak yang baik pula bagi yang melihatnya, sehingga pesan-pesan yang digambarkan oleh foto tersebut akan memberi arti yang mendalam bagi penikmatnya.
Robert Capa seorang fotografer jurnalistik yang telah membuat karya fundamental ., dimana dia dapat mengabadikan kekejaman perang Spanyol tahun 1936. Karyanya yang berjudul Death of a Loyalist Soldier (kematian Seorang Serdadu yang Setia) sangat dramatic itu telah mengguncangkan dunia bukan hanya di Prancis saja fotonya dimuat tetapi juga majalah Life memuatnya. Karya ini merupakan karya jurnalistik yang berhasil , dimana dapat menggambarkan situasi yang mengguncangkan kemanusiaan akibat peperangan sehingga akan memberi dampak akan perang itu sendiri.image
Seorang lagi fotografer yang bertugas sewaktu perang Vietnam telah memuat fotonya diberbagai media masa , seorang anak gadis kecil bertelanjang yang penuh luka mortir sedang berlari kesakitan , foto ini berdampak luas sehingga perang Veitnam itu akhirnya berhenti juga. Peristiwa diatas merupakan contoh dari begitu efektifnya hasil fotografi mempengaruhi dan membawa pesan bagi orang lain/ khalayak.
Sebagai hasil sebuah karya, foto juga dapat membantu para pengiklan untuk mempromosikan kan produknya, baik itu barang harian maupun barang barang konsuntif lainnya. Iklan rokok, iklan mobil mewah, iklan produk mie instant dan lain sebagainya.
Didunia pendidikan , karya fotografi dimanfaatkan sebagai media belajar dan pembelajaran. Sebagai media, foto berperan sebagai sumber belajar yang mampu meberikan kedekatan kepada benda aslinya, sehingga proses belajar mengajar yang terjadi disekolah tersebut menjadi efektif dan efesien.
Pelajaran mengenai binatang dan bentuknya bisa dilakukan dengan efektif tanpa membawa anak/peserta didik untuk kekebun binatang , hal ini bisa digantikan dengan foto - foto binatang yang akan diajarkan pada peserta didik tersebut.
Dari beberapa contoh diatas dimana foto dapat menyampaikan pesan yang mampu mempengaruhi khalayak untuk melakukan sesuatu, baik itu dalam mengambil suatu keputusan maupun dalam proses belajar mengajar.
Gambar atau fota yang baik itu akan memberikan pengaruh terhadap lingkungannnya . Pengharuh itu antara lain adalah :
a. Menyatukan persepsi yang berbeda
b. Lebih meyakinkan ( mengenai informasi yang ditafsirkan)
c. Mengingat kembali peristiwa yang terjadi
d. Menimbulkan efek emosional pada penonton/pemirsa.
Maka dapat disimpulkan karya foto yang dihasilkan dan dipaparkan secara baik akan menjadikan foto itu sebagai media komunikasi yang efektif dan efesien.











SEJARAH KAMERA

Kata kamera berasal dari kata Latin ‘camera obscura’ yang berarti ‘ ruang yang digelapkan’. Jadi kamera adalah ‘sebuah alat untuk membuat suatu gambar dari objek untuk selanjutnya dibiaskan melalui lensa kepada layer atau film yang berada di belakangnya.image

Selama beratus ratus tahun orang mengetahui bahwa sebuah bayangan pemandangan yang cerah dapat diproyeksikan melalui sebuah lobang kecil ke dinding di dalam ruang yang gelap (pinhole camera). Akan tetapi , hal itu tidak terus berklangsung . Sejak tahun 1827 Joseph Niepce menyatakan dapat memperoleh ganbar yang tep[at dari sebuah camera obscura. Dengan menggunakan sebuah lapisan aspal sebagai bahan yang peka cahaya , ia dapat menangkap pemandangan melalui jendelanya , tetapi gambar itu memerlukan waktu 8 jam untuk pengelupasannya (Eksposur)

Pada tahun 1837 Parisian Louis Daguerre membuat daguerreotypes. Positif dari jenis ini memerlukan waktu pengelupasan 15 – 30 menit. Di Inggris , William Hendry Fox Talbot membuat negative yang kecil sesudah dikelupas selama 1/.2 jam , didalam sebuah kamera yang disebut mousetraps (jebakan tikus).Lensa lensa baru dari orang Hungaria, yang bernama Josef Petzval, sangat memajukan waktu pengelupasan . Segera setelah itu Fox Talbot membuat negativ dalam waktu kurang dari 1 menit dan kemudian cetakan – cetakan yang banya dibuat dari masing-masing negative yang disebutnya ‘collotypes’. Temuan-temuan ini menjadi usang ketika sebuah proses yang disebut pelekatan lempeng basah ditemukan pada tahun 1851, tetapi fotografer masih memerlukan / membutuhkan sesuatu dari ahli kimia untuk mendapatkan foto yang berhasil.

Pada tahun 1888 seorang Amerika , yang bernama George Eastman, memperkenalkan kotak kamera Kodak yang ringan dan dapat dibawa-bawa yang dapat menghasilkan 100 pengelupasan pada segulung film, tetapi kameranya sendiri harus dikirim ke pabrik untuk proses selanjutnya. image

Pada tahun 1900 kodak Brownie dijual kepada umum, dengan harga yang murah dan filmnya dapat dimuatkan secara terpisah. Kemudian fotografi popular mulai tumbuh.

Liece, kamera 35 mm, presisi yang pertama dibuat di Jerman pada Tahun 1925. Kamera ini meluruskan jalan bagi perubahan di dalam dunia fotografi , yaitu perkembengan dari rangkaian elektronik yang kecil menjadikan kemera dilengkapi dengan pengukur sinar yang terpasang dan system pengendali pengelupasan .

Pada tahun – tahun sekarang ini permintaan untuk kamera ‘arahkan dan bidik’ yang sederhana menghasilkan sebuah kamera 35 mmkompak yang sebaotomatis, lebih kecil dari kamera saku 110 dan tipis , mudah dibawa, dan berupa kamera cakram. Perkembangan dari motor elektronik yang kecil memungkinkan untuk memasang penggulung film.

image

Pembentukan dasar bayangan pada video dan computer mulai menandingi film. Pada akhir tahun 1990-an, studio gambar bergerak sudah mualai berubah dari film ke video dengan ketentuan tinggi . Komputer dapat menyimpan gambar dalam bentuk sederetan angka angka di atas cakram magnetic. Kamera tanpa film , seperti Sony Mavica, bekerja dengan cara ini. Perkembangan dalam system komputerisasi gambar akan sangat maju karena sejumlah besar daya computer yang dipakai untuk mengolah gambar dengan kualitas tinggi berlangsung lebih murah.

Foto Film

Untuk ‘menangkap’ sinar/cahaya pantulan dari subyek yang kita foto kita memrlukan film. Bahan dasar film adalah lembaran plastic transparan dimana pada salah satu sisinya dilapisi bahan-bahan kimia yang peka terhadap cahaya /sinar, lapisan tersebut disebut emulsi. Pada film negative bagian emulsi yang kena sinar akan tetap melekat pada plastic setelah film tersebut dicuci, sedangkan bagian yang tidak kena sinar emulsinya akan rontok semua sehingga plastic menjadi bening kembali.

image

Beberapa jenis film ada yang lebih peka terhadap cahaya daripada film-film lainnya. Film-film ini membutuhkan cahaya yang sedikit untuk membuat gambar. Ketika pemotret mengatur lubang dan kecepatan pengatur cahaya untuk membuka lapisan film agar jumlah sinar nya tepat, maka kepekaan film atau kecepatan film harus diperhitungkan . Film dengan kecepatan tinggi lebih peka

Kepekaan (kecepatan bereaksi) sebuah film terhadap sinar tergantung dari ISO nya (dulu namanya ASA = American Standards Assosation) . ASA/ ISO ( International Standards Organisation) adalah satuan yang menunjukan kecepatan film bereaksi dengan sinar

Semakin tinggi ISO filmnya semakin peka dia untuk menerima cahaya (kecepatan cahayanya tinggi). image

Ditoko toko bisa kita dapatkan bermacam-macam film dengan berbagai ISO, dari ISO 25 sampai dengan ISO 3200. Angka ISO selalu tertera pada kantong dan selongsongan setiap film yang kita beli.

DIAFRAGMA KAMERA

Diafragma sebuah kamera bekerja dengan cara yang sama seperti selaput pelangi yang berfungsi pada mata manusia. Dalam sinar matahari yang cerah , selaput pelangi akan menutup kebawah untuk mengurangi jumlah sinar yang memasuki mata. Dalam ruangan yang gelap , selaput itu akan terbuka keatas supaya lebih banyak sinar yang masuk , sehingga kita bisa melihat sesuatu. image

Diafragma sebuah kamera haruslah terbuka ke atas ataupun tertutup ke bawah untuk mengatur jumlah sinar yang memasuki kemera dan jatuh pada permukaan film. Dengan cara ini pengaturan jumlah sinar amat menentukan karena pengelupasan film dengan sinar yang terlalu banyak ( dikenal dengan pengelupasan berlebihan = over exposure) ataupun terlalu sedikit sinar ( pengelupasan yang kurang = under exposure0 akan merusak gambar

Pada lensa subuah kamera ada gelang bertuliskan angka-angka …2; 2,8; 4; 5,6 ; 8; 11; 16; 22; dsb. Gelang ini berhubungan dengan suatu alat berupa lempengan –lempengan baja tipis didalam lensa yang membentuk satu lubang. Lubang inilah yang disebut DIAFRAGMA, sedangkan angka-angka yang tertera pada gelang difragma adalah skala diafragma .image

Diafragma terdiri atas sebuah cincin dari kepingan logam yang tumpang tindih . Jika cincin lubang yang melingkar diluar lensa ( gelang) di putar oleh pengambil gambar /pemotret, maka lempengan diafragma akan berayun memutar dan sebuah lubang terbuka ditengahnya. Semakin banyak cincin diputar semakin besar lubang yang terjadi. Sebuah lubang lensa / diafragma ditunjukan oleh angka f atau f stop – nya. Angka f dihitung dengan membagi panjang focus lensa dengan garis tengah lubangnya. Oleh sebab itu , sebuah lensa 50 mm mempunyai lubang 25 mm akan diatur ke f2. Lensa – lensa sejenis yang diatur pada f-stop yang sama akan memungkinkan sinar yang kira kira sama dilaluinya.

Besar kecilnya angka-angka skala difragma berbanding terbalik dengan besar kecilnya lubang diafragma . Semakin besar angka skala diafragma semakin kecil lubang difraghma, demikian pula sebaliknya semakin kecil angka skala diafragma menunjukan semakin besar lubang diafragma.

Dengan mengatur besar kecilnya lubang diafragma berarti kita mengatur banyak sedikitnya sinar yang masuk lewat lensa. image

Seandainya kita memotret sesuatu, sedang subyek kita tersebut cukup gelap, maka kita harus membuka lebar diafragma agar sinar yang masuk cukup untuk menyinari film yang ada dalam kamera. Sebaliknya kalau subyek kita terlalu terang , misalnya subyek dipotret disiang hari dengan sinar matahari yang langsung mengenainya, kita harus menutup lubang diafragma agar film tidak terlalu banyak kena sinar.

PENGATUR CAHAYA KAMERA

Pengatur cahaya sebuah kamera ( Shutter Speed Dial = Kecepatan rana) akan mengatur panjang waktu yang memungkinkan sinar jatuh keatas film.Didalam kamera didepan bidang film ada sebuah layer atau rana yang bisa membuka - menutup denga selang waktu tertentu. Lamanya selang waktu antara rana tertutup – terbuka – tertutup lagi bisa diatur melalui sebuah tombol yang ditandai dengan angka angka 1, 2, 4, 8, 15, 30, 60,… , 1000, 2000.aAngka tersebut artinya 1/ …. detik. . Banyak kamera memungkinkan pengambilan gambar untuk memilih kecepatan pengatur cahaya dari rentang 1/2000 detik yang merupakan ukuran terkecil sampai beberapa detik. Tiap-tiap kecepatan besarnya adalah setengah dari kecepatan sebelumnya. Rentang itu bisa jadi 1/2000, 1/1000, 1/500, 1/250, 1/60, 1/30, 1/15, 1/8, dan seterusnya. Jadi misalnya kita pasang tombol kecepatan rana pada angka 125, maka kalau kita menejkan tombol pelepas rana akan membuka selama 1/125 detik kemudian menutup lagi. Dengan mengatur klecepatan rana kita bisa mengatur banyaknya sinar yang mengenai film. Kalau subyek pemotretan gelap kita harus membuka rana lambat, misalnya ½ detik bila obyek pemotretan terang kita membuka rana cepat , misalnya 1/125 detik. image

Ada juga pengatur ‘B’ yang memungkinkan pengambilan gambar membuka dan menutup pengatur cahaya (daun Rana) secara manualuntuk mendapatkan pengelupasan film selama beberapa menit atau bahkan beberapa jam. Ini biasanya pemotretan di malam hari yang pencahayaannya kurang.

Kecepatan pengatur cahaya dipilih , baik secara otomatis oleh elektronik kamera maupun secara manual dengan memutar kecepatan pengatur cahaya (shutter speed dial).

Pengatur cahaya dapat berupa salah satu dari tipe diafragma pengatur cahaya atau bidang pengatur cahaya focus. Banyak kamera kompak yang dilengkapi dengan pengaturan cahaya tipe diafragma. Pengatur cahaya ini biasanya diletakan di dalam lensa, diantara elemen-elemen lensa. Jika kamera yang lebih moderen /maju (lengkap) dilengkapi dengan lensa-lensa yang bisa dipertukarkan memakai pengatur cahaya diafragmanya, maka tiap-tiap lensa harus memiliki mekanisme pengatur cahaya sendiri – sendiri yang menyebabkan harga lensa menjadi sangat mahal. Pemakai pada umumnya menyenangi pengatur cahaya yang terpasang didalam badan kamera. Pengatur ini adalah bidang pengatur cahaya focus, disebut demikian karena pengatur ini terletak persis di depan bidang (permukaan datar) dimana bayangan difokuskan di atas film.image

Pengatur cahaya diafragma membuka untuk mengelupaskan seluruh film secara merata dalam waktu singkat . Pada kecepatan pengatur cahaya lebih pendek dari 1/30 detik, bidang pengatur cahaya focus akan membuka untuk membentuk semacam jendela yang akan menyapu permukaan film.

LENSA DAN FOKUS KAMERA

Kerja dasar lensa kamera adalah untuk membentuk gambar yang tajam dioatas film . Tanpa lensa , gambar akan menjadi kabur. Lensa kamera yang paling sederhana adalah selembar kaca atau plastic yang dibentuk seperti kaca pembesar. Kamera yang lebih maju menggunakan lengsa yang canggih yang disebut lensa majemuk. Lensa lensa ini dibuat dengan menggabungkan secara dekat beberapa lensa atau elemen sederhana. Lensa majemuk menghasilkan gambar yang lebih terang dan lebih banyak sinar untuk mencapai film dan memperbaiki kesalahan pada lensa sederhana , terutama kesalahan tentang penyimpangan warna-warna dan pengaburan sisis-sisi gambar.

Bayangan difokuskan dengan cara memutar cincin pemfokus lensa. Didalam kaca penglihatan dari kamera SLR, pengambilan gambar melihat citra yang semakin jelas dan semakin jelas sampai citra kemudian terfokuskan dengan tajam. Beberapa kamera mempunyai lensa yang dapat ditukar tukar. Satu lensa dapat diambil dan diganti lensa lain yang membuat subyek tampak lebih besar atau lebih kecil.

image

Dengan memakai Kamera SLR kita mempunyai kemungkinan untuk mengganti berbagai jenis lensa. Dengan demikian kita bisa lebih berkreasi untuk menghasilkan efek tertentu pada subyek yang difoto.

Jenis lensa dapat diketahui dari panjang fokalnya. Panjang fokal dari suatu lensa biasanya tertulis dibagian depan , misalnya : 50 mm . Secara sederhana bisa dikatakan bahwa panjang fokal adalah jarak antara lensa dan bidang film pada saat lensa tersebut fokusnya pada titik tak terhingga . Biasanya kamera yang kita beli dari toko sudah dilengkapi dengan lensa 50 mm , lensa tersebut adalah lensa standart atau lensa normal Lensa standar artinya lensa yang mempunyai sudut pandang hampir sama dengan pandangan manusia. image

Sedangkan lensa yang mempunyai panjang fokal yang lebih kecil dari 50mm ,misalnya 35 mm,28 mm, 20 mm, dan sebagainya disebut lensa sudut lebar (wide angled)

Dimana lensa tersebut mempunyai sudut pandang lebih besar dari pandangan manusia. Makin pendek fokalnya, makin lebar sudut pandangnya.

Lensa yang mempunyai panjang fokal lebih dari 50 mm misalnya 135 mm , 2300 mm, 300 mm dansebagainya disebut dengan lensa tele. Lensa tersebut sudut pandangnya lebih sempit . Makin panjang , panjang fokoalnya makin sempit sudut pandangnya.

Selain lensa – lensa dengan panjang fokal yang tetap ( FIXED FOCAL LENGTH), seperti yang kita bahas diatas masih ada lagi lensa yang disebut ZOOM LENS . Lensa ZOOM adalah lensa yang panjang fokalnya bisa diubah ubah misalnya 28 mm s.d 135 mm, 35mm – 70 mm dsb.

JENIS JENIS KAMERA

Ada beberapa kamera berukuran kecil, tidak mahal, dan mudah dipakai, sedangkan lainnya lagi berukuran besar, berat, dan relative lebih rumit. Masing – masing jenis kamera yang berbeda telah dirancang dengan memperhatikan tipe-tipe kerja dan pemakai kamera tertentu.

Kamera – kamera kecil ukuran saku memakai film sempit , hanya mempunyai lebar 16 mm yang dikenal dengan ukuran 110.

Kamera dengan ukuran yang lebih kecil memakai film yang lebih kecil lagi.

Ukuran atau format film yang paling populer adalah 35 mm , yang memakai film dengan lebar 35 mm . Banyak kamera memakai film gulungan dengan 12, 24, atau 36 bidikan

( isi 12, 24 atau 36) , tetapi ada beberapa film berukuran besar.

Ada dua tipe utama kamera jenis 35 mm , yaitu pandangan langsung dan pantulan.image

Jenis pandangan langsung dilengkapi dengan lubang pengintip pandangan ( View finder = jendela bidik) yang memungkinkan pengambil gambar mengarahkan kameranya kearah yang tepat . Ini adalah jenis yang kaca penglihatannya terpisah dari lensa yang memfokuskan citra gambar ke atas film. Jenis ini juga disebut kamera rangefinder (Rangefinder Camera) Kamera jenis ini biasanya bentuknya sangat kompak dan ringkas, malahan sekarang lebih banyak yang serba otomatis termasuk lampu kilatnya yang sudah ada di badan kamera yang akan menyala sendiri kalau diperlukan . Karena mudah, praktis dan harganya lebih murah , kamera ini paling banyak dipergunakan orang . Ciri ciri dan sekaligus kelemahan dari kamera ini adalah adanya jendela pengamat ( viewfinder _ window) yang ada diatas lensa kamera . Disini pemotret melihat subjek pemotretan melalui jendela pengamat yang ada diatas lensa. Sedang film “melihat “ subyek yang ada dibawah jendela pengamat. Sehingga ada perbedaan antara pandangan pemotret dan film yang merekam gambar. Perbedaan tersebut dinamakan Paralax

Kamera refleks memakai sistem kaca penglihat dengan sebuah cermin untuk memantulkan sinar . Kamera refleks dengan lensa kembar (twin lens refleks ) mempunyai dua lensa yang persis sama. Yang satu memfokuskan citra kefilm dan yang lainnya membentuk citra yang sama kekaca penglihatan.

Kamera refleks dengan lensa tunggal (Single Lens Refleks) lebih populer dipergunakan orang baik amatir maupun profesional. Lensa yang akan memfokuskan citra di atas film juga akan membentuk citra pada kaca penglihatan. Perbedaan pandangan atau Paralax yang terjadi pada kamera Rangefinder camera tidak terjadi / ada pada kamera single lens refleks = SLR , karena apa yang dilihat pemotret melalui pengamat /jendela bidik (view finder) adalah refleksi bayangan subyek yang melewati suatu lensa yang sama juga akan mengenai film. Jadi apa yang dilihat pemotret melaluik view finder sama seperti apa yang dilihat film. Dengan demikian pemotret bisa lebih mudah mengatur baik ketajaman (focus) maupun komposisi gambar.

Keunggulan lain dari kamera SLR adalah lensanya yang dapat diganti-ganti sesuai dengan keinginan pemotret. Misalnya lensa tele, lensa sudut lebar, lensa macro dll.

Pengertian Fotografi

Istilah Fotografi berasal dari bahasa Latin yaitu :PHOTOS DAN GRAPHOS.

Photos artinya adalah cahaya atau sinar, sedangkan kata Graphos artinya adalah menulis, mencatat, melukis. Jadi Fotografi atau Photography adalah kegiatan mencatat, melukis dan menulis dengan cahaya atau sinar.

Fotografi yang disamping selama ini hanya dianggap sebagai pekerjaan seni.seperti seni lainnya, fotografi adalah alat komunikasi yang pada era sekarang memegang peran penting untuk memberikan informasi pada khalayak. Contoh kecil saja tidak ada orang membuat foto hanya untuk dilihat dan dinikmati sendiri. Hampir semua orang membuat foto dengan maksud agar orang lain melihat apa yang dilihatnya melalui kamera. image

Dalam kehidupan sehari hari kita tidak lepas dari fotografi. Hampir setiap saat kita melihat foto, foto selalu ada pada koran, majalah, ilustrasi buku, iklan dipinggir jalan, hiasan diding, kalender dan lain sebagainya.

Dewasa ini banyak sekali orang memiliki kamera.. Dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat dalam pembuatan alat foto , memotret menjadi pekerjaan yang sangat mudah.Sehingga banyak sekali orang sekarang yang memiliki alat foto/ kamera tersebut. Sekarang ini untuk membuat foto, pemotret tinggal menekan satu tombol saja dari kamera, kemudian kamera dengan computer yang ada didalamnya akan mengatur segala sesuatunya secara otomatis ..Begitu mudahnya memotret sehingga anak kecilpun mampu melakukannya.

Namun diantara banyak orang yang “bisa” memotret , yang banar-benar pantas disebut pemotret sebetulnya hanya sedikit saja. Pemotret yang baik bukan hanya sekedar operator kamera saja tetapi juga seniman yang mampu mengekspresikan ide-idenya melalui hasil karya foto. Bagaimanapun canggihnya alat foto yang dipakai tanpa dibekali dengan pengetahuan tentang fotografi mustahil orang bisa membuat foto yang baik. image

Suatu foto yang bernilai dihasilkan oleh kreatifitas pemotret yang ditunjang dengan kemampuannya mempergunakan alat foto. Maka kalau kita ingin menjadi pemotret yang baik dan handal , tidak bisa ditawar lagi , salah satu syarat utamanya adalah memperdalam pengetahuan dan ketranpilan kita mempergunakan alat foto.

Forum Multimedia Edukasi www.formulasi.or.id

Kategori