Tampilkan posting dengan label Kamera. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Kamera. Tampilkan semua posting

Mengenal Video Kamera

Video adalah teknologi untuk menangkap, merekam, memproses, mentransmisikan dan menata ulang gambar bergerak. Biasanya menggunakan film seluloid, sinyal elektronik, atau media digital.

Berkaitan dengan “penglihatan dan pendengaran”

Aplikasi video pada multimedia mencakup banyak aplikasi
- Entertainment: roadcast TV, VCR/DVD recording
- Interpersonal: video telephony, video conferencing
- Interactive: windows

Digital video adalah jenis sistem video recording yang bekerja menggunakan sistem digital dibandingkan dengan analog dalam hal representasi videonya. Biasanya digital video direkam dalam tape, kemudian didistribusikan melalui optical disc, misalnya VCD dan DVD.

Salah satu alat yang dapat digunakan untuk menghasilkan video digital adalah camcorder, yang digunakan untuk merekam gambar-gambar video dan audio, sehingga sebuah camcorder akan terdiri dari camera dan recorder.

Macam-macam camcorder: miniDV, DVD camcorder, dan digital8.

clip_image002

clip_image004clip_image006

The First Camcorder, 1983 mini-DV Camcorder Sony DV Handycam

Camcorder terdiri dari 3 komponen:

Lensa : untuk mengatur banyak cahaya, zoom, dan kecepatan shutter Imager : untuk melakukan konversi cahaya ke sinyal electronic video

clip_image008

Recorder: untuk menulis sinyal video ke media penyimpanan (seperti

magnetic videotape)

Video kamera menggunakan 2 teknik
- Interlaced

o Adalah metode untuk menampilkan image/gambar dalam raster-
scanned display device seperti CRT televisi analog, yang
ditampilkan bergantian antara garis ganjil dan genap secara cepat
untuk setiap frame.

o Refresh rate yang disarankan untuk metode interlaced adalah
antara 50-80Hz.

o Interlace digunakan di sistem televisi analog:

ƒ PAL (50 fields per second, 625 lines, even field drawn first) ƒ SECAM (50 fields per second, 625 lines)

ƒ NTSC (59.94 fields per second, 525 lines, even field drawn
first)

Odd field Even field

- Progressive scan

o Adalah metode untuk menampilkan, menyimpan, dan
memancarkan gambar dimana setiap baris untuk setiap frame
digambar secara berurutan

o Biasa digunakan pada CRT monitor komputer.

Progressive Scan

clip_image010

Video digital memiliki keuntungan:
- Interaktif

Video digital disimpan dalam media penyimpanan random contohnya magnetic/optical disk. Sedangkan video analog menggunakan tempat penyimpanan sekuensial, contohnya magnetic disc/kaset video.
Video digital dapat memberikan respon waktu yang cepat dalam mengakses bagian manapun dari video.

- Mudah dalam proses edit

- Kualitas: sinyal analog dari video analog akan mengalami penurunan
kualitas secara perlahan karena adanya pengaruh kondisi atmosfer.
Sedangkan video digital kualitasnya dapat diturunkan menggunakan
teknik kompresi.

- Transmisi dan distribusi mudah karena dengan proses kompresi, maka
video digital dapat disimpan dalam CD, ditampilkan pada web, dan
ditransmisikan melalui jaringan.

Representasi sinyal video meliputi 3 aspek

Representasi Visual

Tujuan utamanya adalah agar orang yang melihat merasa berada di scene (lokasi) atau ikut berpartisipasi dalam kejadian yang ditampilkan. Oleh sebab itu, suatu gambar harus dapat menyampaikan informasi spatial dan temporal dari suatu scene.

1. Vertical Detail dan Viewing Distance

ƒ Aspek rasio adalah perbandingan lebar dan tinggi, yaitu 4:3.

ƒ Tinggi gambar digunakan untuk menentukan jarak pandang
dengan menghitung rasio viewing distance (D) dengan tinggi
gambar (H) -> D/H.

ƒ Setiap detail image pada video ditampilkan dalam pixel-pixel.

2. Horizontal Detail dan Picture Width

Lebar gambar pada TV konvensional = 4/3 x tinggi gambar

3. Total Detail Content

Resolusi vertikal = jumlah elemen pada tinggi gambar

Resolusi horizontal = jumlah elemen pada lebar gambar x aspek rasio.

clip_image012

Total pixel = pixel horizontal x pixel vertikal.

4. Perception of Depth

Dalam pandangan / penglihatan natural, kedalaman gambar tergantung pada sudut pemisah antara gambar yang diterima oleh kedua mata.
Pada layar flat, persepsi kedalaman suatu benda berdasarkan subject benda yang tampak.

5. Warna

Gambar berwarna dihasilkan dengan mencampur 3 warna primer RGB (merah, hijau, biru).

Properti warna pada sistem broadcast:
ƒ LUMINANCE

o Brightness = jumlah energi yang menstimulasi mata
grayscale (hitam/putih)

o Pada televisi warna luminance tidak diperlukan.

ƒ CHROMINANCE adalah informasi warna.

o Hue (warna) = warna yang ditangkap mata (frekuensi)

o Saturation = color strength (vividness) / intensitas warna.

Cb = komponen U dan Cr = komponen V pada sistem YUV

6. Continuity of Motion

Mata manusia melihat gambar sebagai suatu gerakan kontinyu jika gambar-gambar tersebut kecepatannya lebih besar dari 15 frame/det. Untuk video motion biasanya 30 frame/detik, sedangkan movies biasanya 24 frame/detik.

clip_image014

7. Flicker

Untuk menghindari terjadinya flicker diperlukan kecepatan minimal melakukan refresh 50 cycles/s.

Teknologi Pertelevisian

NTSC (National Television System Committee)
-525 baris, 60 Hz refresh rate.

- Digunakan di Amerika, Korea, Jepang, dan Canada. - Frame rate 30 fps

- Menggunakan format YIQ

PAL (Phase Alternating Line)

- 625 baris, 50 Hz refresh rate

- Digunakan di sebagian besar Eropa Barat. - Frame rate25 fps

- Menggunakan format YUV.

SECAM (Séquentiel couleur avec mémoire)

- Digunakan di Perancis, Rusia, dan Eropa timur

- Berdasarkan frequency modulation dengan 25 Hz refresh rate dan 625
baris.

HDTV (High Definition TV)

- Standar televisi baru dengan gambar layar lebar, lebih jernih dan suara
kualitas CD Auido.

- Aspek ratio 16:9 dibandingkan dengan sistem lain 4:3.

- Resolusi terdiri dari 1125 (1080 baris aktif) baris

Perbedaan mendasar dari standar video analog diatas:

- Jumlah garis horisontal dalam gambar video (525 atau 625)

- Apakah frame ratenya 30 atau 25 frame per detik
- Jumlah bandwidth yang digunakan.

- Apakah menggunakan sinyal AM atau FM untuk audio videonya.

 

Transmisi

Sistem broadcast menggunakan channel yang sama untuk mentransmisikan gambar berwarna maupun hitam putih.

Untuk gambar berwarna sinyal video dibagi menjadi 2 sinyal, 1 untuk luminance dan 2 untuk chrominance. Sehingga sinyal Y, Cb, Cr harus ditransmisikan bersama-sama (composite video signal)

Dalam sistem PAL, digunakan parameter U (Cb) dan V (Cr)

Y = 0.299 R + 0.587 G + 0.114 B (luminance) U = 0.492 (B - Y) (chrominance)

V = 0.877 (R - Y) (chrominance)

Dalam sistem NTSC, digunakan parameter I, singkatan dari in-phase (Cb) dan Q, singkatan dari quadrature (Cr)

Y = 0.299 R + 0.587 G + 0.114 B
I = 0.74 (R - Y) - 0.27 (B - Y)
Q = 0.48 (R - Y) + 0.41 (B - Y)

Digitalization

Dalam aplikasi multimedia sinyal video harus diubah ke dalam bentuk digital agar dapat disimpan dalam memory komputer dan dapat dilakukan pengeditan.

- Sampling rate: mencari nilai resolusi horisontal, vertikal, frame rate
untuk disample.

- Quantization: melakukan pengubahan sampling sinyal analog ke digital.
- Digitalisasi warna video: semakin banyak warna yang diwakilkan, maka
semakin baik resolusi warnanya dan ukuran kapasitasnya juga makin
besar.

Dalam sistem TV digital proses digitasi ketiga komponen warna dilakukan sebelum ditransmisikan.

ƒ proses pengeditan dan operasi lain dapat dilakukan dengan cepat ƒ dibutuhkan resolusi yang sama untuk ketiga sinyal

Beberapa jenis VGA untuk video digital:

- CGA (Color Graphics Array):

o Menampung 4 colors dengan resolusi 320 pixels x 200 pixels.

- EGA (Enhanced Graphics Array)

o Menampung 16 colors dengan resolusi 640 pixels x 350 pixels.

clip_image018

- VGA (Video Graphics Array)

o Menampung 256 colors dengan resolusi 640 pixels x 480 pixels.

- XGA (Extended Graphics Array)

o Menampung 65000 colors dengan resolusi 640 x 480
o Menampung 256 colors dengan resolusi 1024 x 768
- SVGA (Super VGA)

o Menampung 16 juta warna dengan resolusi 1024 x 768

FORMAT 4:2:2

o Digunakan pada studio TV

o Menggunakan sistem non-interlaced scanning

o Rekomendasi CCIR-601

(Committee for International Radiocommunications)

o Sampling rate : 13.5 MHz

o Resolusi

o Jumlah bit per sample sebesar 8 bit (sesuai dengan 256 interval
kuantisasi)

FORMAT 4:2:0

o Digunakan pada digital video broadcast

o Menggunakan sistem interlaced scanning

o Resolusi

Beberapa format video:

- Digital Video Compressed

o CCIR-601 untuk broadcast tv.

o MPEG-4 untuk video online

o MPEG-2 untuk DVD dan SVCD

o MPEG-1 untuk VCD

- Analog / Tapes Video

o Betacam: format untuk broadcast dengan kualitas tertinggi. o DV dan miniDV untuk camcorder

o Digital8 dibuat oleh Sony tahun 1990-an, mampu menyimpan
video selama 60-90 menit.

clip_image020

Hitachi Digital8 Camcorder

ASF (Advanced System Format)

- Dibuat oleh Microsoft sebagai standar audio/video streaming format - Bagian dari Windows Media framework

- Format ini tidak menspesifikasikan bagaimana video atau audio harus
di encode, tetapi sebagai gantinya menspesifikasikan struktur
video/audio stream. Berarti ASF dapat diencode dengan codec apapun.
- Dapat memainkan audio/video dari streaming media server, HTTP
server, maupun lokal.

- Beberapa contoh format ASF lain adalah WMA dan WMV dari Microsoft. - Dapat berisi metadata seperti layaknya ID3 pada MP3

- ASF memiliki MIME “type application/vnd.ms-asf” atau “video/x-ms-asf”. - Software : Windows Media Player

MOV (Quick Time)

- Dibuat oleh Apple

- Bersifat lintas platform.

- Banyak digunakan untuk transmisi data di Internet. - Software: QuickTime

- Memiliki beberapa track yang terdiri dari auido, video, images, dan text
sehingga masing-masing track dapat terdiri dari file-file yang terpisah.

MPEG (Motion Picture Expert Group)

- Merupakan file terkompresi lossy.

- MPEG-1 untuk format VCD dengan audio berformat MP3. - MPEG-1 terdiri dari beberapa bagian:

o Synchronization and multiplexing of video and audio.

o Compression codec for non-interlaced video signals.

o Compression codec for perceptual coding of audio signals.

ƒ MP1 or MPEG-1 Part 3 Layer 1 (MPEG-1 Audio Layer 1)

ƒ MP2 or MPEG-1 Part 3 Layer 2 (MPEG-1 Audio Layer 2)

clip_image022

ƒ MP3 or MPEG-1 Part 3 Layer 3 (MPEG-1 Audio Layer 3) o Procedures for testing conformance.

o Reference software

- MPEG-1 beresoluasi 352x240.

- MPEG-1 hanya mensupport progressive scan video.

- MPEG-2 digunakan untuk broadcast, siaran untuk direct-satelit dan
cable tv.

- MPEG-2 support interlaced format.

- MPEG-2 digunakan dalam/pada HDTV dan DVD video disc.

- MPEG-4 digunakan untuk streaming, CD distribution, videophone dan
broadcast television.

- MPEG-4 mendukung digital rights management.

DivX

- Salah satu video codec yang diciptakan oleh DivX Inc.

- Terkenal dengan ukuran filenya yang kecil karena menggunakan
MPEG4 Part 2 compression.

- Versi pertamanya yaitu versi 3.11 diberi nama “DivX ;-)”

- DivX bersifat closed source sedangkan untuk versi open sourcenya
adalah XviD yang mampu berjalan juga di Linux.

Windows Media Video (WMV)

- Codec milik Microsoft yang berbasis pada MPEG4 part 2 - Software: Windows Media Player, Mplayer, FFmpeg.

- WMV merupakan gabungan dari AVI dan WMA yang terkompres, dapat
berekstensi wmv, avi, atau asf.

Software: QuickTime, Windows Media Player, ZoomPlayer, DivXPro, RealOnPlayer, Xing Mpeg Player, PowerDVD.

Tips dan Trik Kamera Video

Tips dan Trik Kamera Video

Merawat kamera video dilakukan dengan enam langkah berikut ini :

  1. Jangan tingalkan kaset di dalam camcorder Anda saat tidak digunakan. Kaset bisa menyebabkan gesekan dan hal ini bisa mengakibatkan masalah pada proses merekam dan memutar
  1. Jangan memasukkan kaset video dalam kondisi benar-benar dingin. Pelembab dari udara yang hangat dapat membut kaset menempel pada bagian drum sehingga merusak kaset dan dapat merusak video head
  1. Jangan meninggalkan baterai di dalam camcorder saat tidak digunakan. Beberapa camera menarik energi baterai dalam jumlah kecil, namun konstan sehinga dapat menghabiskan baterai
  1. Jangan meninggalkan kaset camcorder di dalam mobil yang terkena udara panas
  1. Jangan menaruh label pada kaset camcorder dimana label ini kemungkinan berlawanan dengan pembuka pintu kaset. Hal ini dapat menyebabkan kaset menyangkut di dalam kamera
  1. Rawat handycam Anda dengan menyerahkannya pada teknisi untuk membersihkan tape head saat kotor. Perawatan semacam ini dapat membuat kamera Anda lebih tahan lama clip_image001

Yang harus diperhatikan dalam membeli kamera video adalah :

  1. Cukup nyamankan anda memegang kamera tersebut
  2. Apakah tersedia setting manual untuk fokus,aperture dan white balance
  3. Berapa besar resolusi displaynya
  4. Sebaik apakah image stabilizernya
  5. Perlengkapan apa yang tersedia
  6. Apakah diperlukan sebuah memory card untuk menyimpan foto
  7. Apakah ada input analog dan digital
  8. Apakah lensanya memiliki wide angle sejati
  9. Apakah tersedia input untuk mikrophone dan headphone
  10. Seberapa lama baterainya dapat bertahan

Bagaimana memilih Kamera Video dengan tepat perlu diperhatikan :

  1. Teknologi Image Engine diantaranya LCD,CRT,LDP dan LCOS, pilihlah LCD
  2. Resolusi SVGA,XVGA,SXGA dan UXGA, pilih resolusi yang tinggi SVGA
  3. Brightness (pencahayaan) dengan ukuran ANSI Lumens, pilih dengan ANSI Lumens yang lebih besar
  4. Koneksi mempengaruhi kualitas gambar VGA, RGB,RCA,S-Video,DVI, pilih yang paling lengkap
  5. Ukuran (besar kecil) Kamera Video, pilih ukuran yang kecil

Teknik Pengambilan Gambar

Macam sudut pengambilan gambar adalah :

  1. Normal Angle
  2. Hight Camera Angle
  3. Low Camera Angle
  4. Bird Eye View
  5. Subjective Camera Angle
  6. Objective Camera Angle

image

Macam bidang pandangan pada saat perekaman gambar adalah :

  1. ELS ( Extreme Long Shot)
    Shot sangat jauh, menyajikan bidang pandangan yang sangat luas, kamera mengambil keseluruhan pandangan. Obyek utama dan obyek lainnya nampak sangat kecil dalam hubungannya dengan latar belakang
  2. LS (Long Shot)
    Shot sangat jauh, menyajikan bidang pandangan yang lebih dekat dibandingkan dengan ELS, obyek masih didominasi oleh latar belakang yang lebih luas
  3. MLS (Medium Long Shot)
    Shot yang menyajikan bidang pandangan yang lebih dekat dari pada long shot, obyek manusia biasanya ditampilkan dari atas lutut sampai di atas kepala
  4. MS (Medium Shot)
    Di sini obyek menjadi lebih besar dan dominan, obyek manusia ditampakkan dari atas pinggang sampai di atas kepala. Latar belakang masih nampak sebanding dengan obyek utama
  5. MCU (Medium Close Up)
    Shot amat dekat, obyek diperlihatkan dari bagian dada sampai atas kepala. MCU ini yang paling sering dipergunakan dalam televisi
  6. CU (Close UP)
    Shot dekat, obyek menjadi titik perhatian utama di dalam shot ini, latar belakang nampak sedikit sekali. Untuk obyek manusia biasanya ditampilkan wajah dari bahu sampai di atas kepala
  7. BCU ( Big Close Up)
    Shot yang menampilkan bagian tertentu dari tubuh manusia. Obyek mengisi seluruh layar dan jelas sekali detilnya
  8. ECU ( Extreme Close Up)
    Shot yang menampilkan bagian tertentu dari tubuh manusia. Obyek mengisi seluruh layar dan lebih jelas sangat detilnya.

Gerakan kamera yang dapat dilakukan dalam pengambilan gambar adalah :

  1. Pan, Panning adalah gerakan kamera secara horizontal (mendatar) dari kiri ke kanan atau sebaliknya
    Pan right (kamera bergerak memutar ke kanan)
    Pan left (kamera bergerak memutar ke kiri)
  2. Tilt, Tilting adalah gerakan kamera secara vertical,mendongak dari bawah ke atas atau sebaliknya
    Tilt up : mendongak ke atas
    Tilt down : mendongak ke bawah
  3. Dolly, Track adalah gerakan di atas tripot atau dolly mendekati atau menjauhi subyek
    Dolly in : mendekati subyek
    Dolly out : menjauhi subyek
  4. Pedestal adalah gerakan kamera di atas pedestal yang bisa dinaik turunkan. Sekarang ini banyak digunakan Porta-Jip Traveller.
    Pedestal up : kamera dinaikan
    Pedestal down : kamera diturunkan
  5. Crab adalah gerakan kamera secara lateral atau menyamping, berjalan sejajar dengan subyek yang sedang berjalan.
    Crab left (bergerak ke kiri)
    Crab right ( bergerak ke kanan)
  6. Arc adalah gerakan kamera memutar mengitari obyek dari kiri ke kanan atau sebaliknya
  7. Zoom adalah gerakan lensa zoom mendekati atau menjauhi obyek secara optic, dengan mengubah panjang focal lensa dari sudut pandang sempit ke sudut pandang lebar atau sebaliknya
    Zoom in : mendekatkan obyek dari long shot ke close up

    Zoom out : menjauhkan obyek dari close up ke long shot

Shooting Pengambilan Gambar

Bahasa kamera

Jenis shot

· ECU : Extreme close-up (shot yang detail)

· VCU : Very close-up (shot muka, dari dahi ke dagu)

· BCU : Big close-up (seluruh kepala)

· CU : Close up (dari kepala sampai dada)

· MCU : Medium close-up (dari kepala sampai perut)

· MS : Medium shot (seluruh badan sebelum kaki)clip_image001

· Knee : Knee Shoot (dari kepala hingga lutut)

· MLS : Medium long shot (keseluruhan badan)

· LS : Long shot (keseluruhan, ¾ sampai 1/3 tinggi layar)

· ELS : Extra long shot (XLS), long shot yang lebih ekstrim

· TS (Total Shot) : Shot yang menampilkan keseluruhan obyek.

· ES (Establish Shot) : Shot yang menampilkan keseluruhan pemandangan atau suatu tempat untuk memberi orientasi tempat di mana peristiwa atau adegan itu terjadi.

· OSS (Over Shoulder Shot) : Pengambilan gambar di mana kamera berada di belakang bahu salah satu pelaku, dan bahu si pelaku tampak atau kelihatan dalam frame. Obyek utama tampak menghadap kamera dengan latar depan bahu lawan main.

Pergerakan Kamera

· Zoom In : Obyek seolah-olah mendekat ke kamera

· Zoom Out : Obyek seolah-olah menjauh dari kamera

· Pan Up : Kamera bergerak (mendongak) ke atas

· Pan Down : Kamera bergerak ke bawah

· Tilt Up : sama dengan pan up

· Tilt Down : sama dengan pan down
Pan Kiri : Kamera bergeser ke kiri

· Pan Kanan : Kamera bergeser ke kanan

· Track In : Kamera track (bergerak) mendekat ke obyek

· Track Out : Kamera track (bergerak) menjauh dari obyek

· Dolly In : sama track in (memakai alat)

· Dolly Out : sama track out (memakai alat)

Sudut Pengambilan

· High Angle (Bird eye view) : Posisi kamera lebih tinggi dari obyek yang diambil.

· Normal Angle : Posisi kamera sejajar dengan ketinggian mata obyek yang diambil.

· Low Angle (Frog eye view) : Posisi kamera lebih rendah dari obyek yang diambil.

· Obyektive Kamera : Tehnik pengambilan di mana kamera menyajikan sesuai dengan kenyataannya.clip_image001[5]

· Subyektive Kamera : Tehnik pengambilan di mana kamera berusaha melibatkan penonton dalam peristiwa. Seolah-olah lensa kamera sebagai mata si penonton atau salah satu pelaku dalam adegan.

jenis shot lainnya:

  1. Long Shot atau Full Shot, keseluruhan
  2. Wide Shot atau Cover Shot, keseluruhan obyek dalam adegan
  3. Close Shot atau Tight Shot, kelihatan detail
  4. Shooting Groups of people, bisa single shot, two shot, three shot dst sebagai gambaran keseluruhan.

Perlengkapan yang harus disiapkan sebelum shooting

Agar tidak ada perlengkapan shooting yang ketinggalan, biasanya dibuat Pre-rehearseal checkout list. Diantaranya :

  1. Preliminaries (kamera dicek apakah hidup ? atau perlu warm up terlebih dahulu)
  2. Kabel Kamera (yakinkan semua kabel bisa berfungsi baik)
  3. Mounting/tatakan kamera
  4. Viewfinder
  5. Cable guards (berfungsi untuk mengamankan kamera)
  6. Lens cap (penutup lensa), agar lensa tidak kena debu dsb.
  7. Focus (cek apakah fokusnya baik)
  8. Zoom (cek apakah zoom bisa berjalan normal)
  9. Baterai Kamera
  10. Kaset
  11. Lampu
  12. Microphone

KAMERA SLR

Kamera adalah alat yang khusus dirancang untuk merekam gambar pada film yang peka cahaya . Banyak macam kamera dan berbeda- beda, tetapi hampir semuanya bekerja dengan cara yang sama.

Salah satu kamera yang paling populer adalah kamera refleks dengan lensa tunggal

( Single Lens Refleks = SLR)

Sebuah kamera pada dasarnya adalah sebuah kotak anti cahaya. Sebuah lensa dipasang di satu sisi dan film diletakan di dalam kotak, membelakangi lensa. Sinar dicegah sehingga tidak masuk kedalam kotak oleh sebuah pengatur cahaya, sejenis penutup , yang terletak dibelakang lensa. Pada saat ditutup , pengatur cahaya menghentikan sinar yang akan masuk melalui sebuah lobang , yaitu sebuah celah di badan kamera. Cahaya yang memasuki lensa camera SLR = Single Lens Refleks akan dipantulkan keatas oleh sebuah kaca. Bagian atas kamera , sebuah kotak yang dibentuk khusus dan terbuat dari kaca yang disebut prisma segi lima, akan memantulkan cahaya/sianar keluar melalui kaca penglihat ( kaca yang digunakan untuk menglihat objek yang akan dipotret). Jenis kamera yang lain memiliki kaca penglihat yang terpisah dari pengatur cahaya dan lensanya .

 image

Jika pemakai kamera ingin mengambil gambar atau membidik, gambar seperti nyatanya

( yang akan direkam pada film ) dapat dilihat di dalam kaca penglihat ( view finder). Pada saat yang tepat, pengatur cahaya akan terbuka dengan menekan tombol yang disebut pembuka pengatur cahaya. Pada kamera jenis SLR, kaca akan terlontar ke atas dan sukar dicapai, sehingga memungkinkan sinar lewat melalui lensa dan mencapai film. Lensa membelokan berkas sinar sehingga dapat membuat gambar yang lebih tajam di atas film. Jumlah berkas sinaryang harus dibelokan atau dipantulkan tergantung pada berapa jauh jarak anatara benda ( objek dan kamera). Pembiasan diatur dengan memutar cincin pemfokus pada lensa. Beberapa klamera memakai focus tetap yang sesuai untuk pengambilan gambar objek yang berjarak jauh ataupun dekat. image

Jumlah sinar yang mengenai film harus diatur dengan cermat. Hal ini dapatdilakukan dengan dua cara . Lubang di depan lensa dapat dibuat membesar atau mengecilkan untuk mengubah jumlah sinar yang memasuki kamera. Selain itu , panjang waktu saat pengatur cahaya terbuka dapat diatur dengan mengubah kecepatan pengatur cahaya (speed). Kamera yang paling moderen mempunya pengukur cahaya yang sudah terpasang untuk mengukur kecerahan dari pemandangan didepan kamera. Kamera-kamera itu menggunakan alat ini untuk mengatur lubang dan kecepatan cahaya secara otomatis.

image

SEJARAH KAMERA

Kata kamera berasal dari kata Latin ‘camera obscura’ yang berarti ‘ ruang yang digelapkan’. Jadi kamera adalah ‘sebuah alat untuk membuat suatu gambar dari objek untuk selanjutnya dibiaskan melalui lensa kepada layer atau film yang berada di belakangnya.image

Selama beratus ratus tahun orang mengetahui bahwa sebuah bayangan pemandangan yang cerah dapat diproyeksikan melalui sebuah lobang kecil ke dinding di dalam ruang yang gelap (pinhole camera). Akan tetapi , hal itu tidak terus berklangsung . Sejak tahun 1827 Joseph Niepce menyatakan dapat memperoleh ganbar yang tep[at dari sebuah camera obscura. Dengan menggunakan sebuah lapisan aspal sebagai bahan yang peka cahaya , ia dapat menangkap pemandangan melalui jendelanya , tetapi gambar itu memerlukan waktu 8 jam untuk pengelupasannya (Eksposur)

Pada tahun 1837 Parisian Louis Daguerre membuat daguerreotypes. Positif dari jenis ini memerlukan waktu pengelupasan 15 – 30 menit. Di Inggris , William Hendry Fox Talbot membuat negative yang kecil sesudah dikelupas selama 1/.2 jam , didalam sebuah kamera yang disebut mousetraps (jebakan tikus).Lensa lensa baru dari orang Hungaria, yang bernama Josef Petzval, sangat memajukan waktu pengelupasan . Segera setelah itu Fox Talbot membuat negativ dalam waktu kurang dari 1 menit dan kemudian cetakan – cetakan yang banya dibuat dari masing-masing negative yang disebutnya ‘collotypes’. Temuan-temuan ini menjadi usang ketika sebuah proses yang disebut pelekatan lempeng basah ditemukan pada tahun 1851, tetapi fotografer masih memerlukan / membutuhkan sesuatu dari ahli kimia untuk mendapatkan foto yang berhasil.

Pada tahun 1888 seorang Amerika , yang bernama George Eastman, memperkenalkan kotak kamera Kodak yang ringan dan dapat dibawa-bawa yang dapat menghasilkan 100 pengelupasan pada segulung film, tetapi kameranya sendiri harus dikirim ke pabrik untuk proses selanjutnya. image

Pada tahun 1900 kodak Brownie dijual kepada umum, dengan harga yang murah dan filmnya dapat dimuatkan secara terpisah. Kemudian fotografi popular mulai tumbuh.

Liece, kamera 35 mm, presisi yang pertama dibuat di Jerman pada Tahun 1925. Kamera ini meluruskan jalan bagi perubahan di dalam dunia fotografi , yaitu perkembengan dari rangkaian elektronik yang kecil menjadikan kemera dilengkapi dengan pengukur sinar yang terpasang dan system pengendali pengelupasan .

Pada tahun – tahun sekarang ini permintaan untuk kamera ‘arahkan dan bidik’ yang sederhana menghasilkan sebuah kamera 35 mmkompak yang sebaotomatis, lebih kecil dari kamera saku 110 dan tipis , mudah dibawa, dan berupa kamera cakram. Perkembangan dari motor elektronik yang kecil memungkinkan untuk memasang penggulung film.

image

Pembentukan dasar bayangan pada video dan computer mulai menandingi film. Pada akhir tahun 1990-an, studio gambar bergerak sudah mualai berubah dari film ke video dengan ketentuan tinggi . Komputer dapat menyimpan gambar dalam bentuk sederetan angka angka di atas cakram magnetic. Kamera tanpa film , seperti Sony Mavica, bekerja dengan cara ini. Perkembangan dalam system komputerisasi gambar akan sangat maju karena sejumlah besar daya computer yang dipakai untuk mengolah gambar dengan kualitas tinggi berlangsung lebih murah.

Istilah Penting Dalam Kamera Video

Yang termasuk Kru Kamera :

1. Penata kamera

2. Asisten penata kamera

3. Penata photographi (director of photograhy).

Pada dasarnya setiap kamera terdiri dari tiga bagian utama, yaitu :

clip_image001
1. Lensa
2. Tubuh Kamera
3. Recorder/VCR
1. LENSA

Lensa mempunyai fungsi untuk memilih bidang pandang tertentu dan ditangkap secara optik yang menghasilkan gambar dan diteruskan ke permukaan tabung kamera (yang nantinya oleh tabung kamera diubah lagi dari optik ke elektrik).
Ada beberapa jenis lensa menurut panjang fokalnya. Panjang fokal adalah jarak antara pusat optik lensa dengan titik di mana gambar terlihat dalam keadaan focus.
Ada beberapa jenis lensa, yaitu :
> Lensa Normal

Lensa ini sering disebut dengan lensa standart. Gambar yang dihasilkan dengan lensa normal ini memberi kesan yang biasa dan datar. Tidak ada efek distorsi atau melengkung.

> Lensa Wide/Sudut Lebar

Disebut lensa sudut lebar karena jangkauan dari subyek yang bisa ditangkap oleh lensa cukup lebar, sebagai gambaran dengan menggunakan lensa sudut lebar, kita tidak perlu mundur mengambil jarak karena ada beberapa bagian yang tidak tertangkap lensa, terutama pada pengambilan gambar grup shot, arsitektur, keramaian sebuah pasar, dan lain-lain. image

> Lensa Tele

Lensa dengan focal length yang panjang, bila menggunakan lensa ini subyek jadi terasa dekat sehingga kedalam menjadi kurang, keuntungannya kita bisa merekam gambar dari jarak cukup jauh tetapi dapat menghasilkan gambar seperti kalau kita dari jarak dekat. Selain itu penggunaan tele lens memberikan keuntungan pada kita akan ruang tajam yang sempit, sehingga kita dengan leluasa bisa melokalisir subyek, sementara yang lainnya akan terlihat blur. Kerugiannya disamping kedalam kurang, sedikit saja goyangannya pada kamera akan terlihat sekali dari hasil rekamannya, biarpun kita sudah memperoleh focus yang maksimal. Untuk menghindari goyangan kamera, kita bisa menggunakan tripod atau monopod.

> Lensa Macro

Lensa ini sangat baik digunakan untuk merekam benda-benda kecil, seperti capung, serangga, buah yang kecil-kecil. Panjang fokal lensa macro antara 55-105 mm, tetapi didalam lensa macro (beda dengan lensa biasanya) ditambah beberapa jenis lensa sehingga kita bisa merekam gambar dari jarak dekat sekali, dan perbandingan antara subyek dengan yang ditangkap oleh lensa bisa mencapai1:1.

> Lensa Vario/Zoom

Lensa jenis ini merupakan penggabungan dari lensa sudut lebar sampai ke lensa tele. Jadi kita tidak perlu lagi mengganti lensa, cukup satu lensa sudah mencakup semua jenis lensa : lensa normal, lensa wide, lensa tele, dan lensa macro. Pada umumnya kamera video sudah dilengkapi dengan lensa zoom.
FOKUSimage

Secara sederhana kita artikan saja ketajaman dari suatu titik ataupun benda yang kita lihat dengan mata telanjang. Begitu juga bila mata kita melihat sebuah benda melalui viewfinder kamera, maka benda yang tampak di viewfinder tersebut mungkin tajam, mungkin pula tidak. Untuk mengatur agar benda yang kita lihat malalui viewfinder nampak tajam, kita harus mengatur focus dengan cara memutar gelang pengatur jarak yang ada pada lensa.

F-STOP, DIAFRAGMA

F-stop adalah bilangan yang menunjukkan perbandingan antara panjang fokal dengan diameter lensa. Diafragma/Iris adalah bukaan lensa untuk menangkap sinar yang masuk. Semakin kecil angka f-stop, maka bukaan diafragma/irisnya semakin besar, dan sebaliknya semakin besar f-stop, bukaan diafragmanya semakin kecil. Pengaturan diafragma ini akan berkaitan pula dengan depth of field.
DEPTH OF FIELD

Yang dimaksud ruang tajam adalah ruang atau area pada foto semuanya akan terlihat tajam. Ruang tajam bisa kita atur sesuai dengan yang kita inginkan. Ruang tajam sangat dipengaruhi oleh seberapa besar aperture dibuka (besar bukaan diafragma), berapa milimeter panjang focal dari lensa yang digunakan, dan jarak lensa terhadap subyek yang akan dijepret. Semakin besar bukaan diafragma dan dengan kombinasi panjang focal lensa yang cukup panjang dan pengambilan dari jarak yang tidak terlalu dekat maka Depth of field menjadi sempit. image

WHITE BALANCE

Salah satu kewajiban kita sebelum merekam gambar adalah harus mengeset white balance kamera terlebih dulu. Pada intinya televisi atau video menerima cahaya dari 3 warna primer RGB, red, green, dan blue. Bila ketiga warna ini dipadukan dalam perbandingan yang sama, maka akan menghasilkan warna cahaya putih. Warna putih inilah yang harus kita sesuaikan agar obyek putih benar-benar terlihat putih di lensa kamera. Padahal warna putih jika terkena cahaya warna lain sedikit saja akan berubah, seperti kekuning-kuningan atau kebiru-biruan. Jika di luar ruang/outdoor, maka warna yang ditangkap kamera video cenderung kebiru-biruan. Sedangkan di dalam ruangan/indoor cenderung kemerah-merahan. Untuk itulah di beberapa kamera video dilengkapi filter koreksi warna dan white balance yang dipasang di antara lensa dan tabung kamera. Pada umumnya kamera video dilengkapi 2 filter koreksi untuk outdoor dan indoor. Tetapi ada juga yang dilengkapi 4 jenis filter koreksi warna.

2. TUBUH KAMERA

Tubuh kamera ini berisi tabung pengambil gambar (pick up tube) yang berfungsi untuk merubah gambar optik yang dihasilkan lensa menjadi sinyal elektrik. Di tubuh kamera ini biasanya juga dilengkapi dengan beberapa fasilitas kamera, seperti white balance, steady shot, digital effect, shutter speed, dan lain-lain. Tergantung jenis kamera dan kebutuhannya.

VIEWFINDER

Viewfinder merupakan monitor kecil sebagai jendela pengamat kita untuk bisa melihat obyek yang masuk ke dalam kamera. Pada umumnya viewfinder ini hanya monitor hitam putih. Tetapi ada beberapa yang berwarna seperti Handycam Sony dan Canon XL-1. Dalam viewfinder biasanya disertai informasi fasilitas dan indicator pada saat rekaman, seperti indicator posisi kamera record atau pause/stand by, white balance, iris, dan battery atau kaset habis dan lain sebagainya.

3. RECORDER/VCR

Salah satu bagian dari kamera adalah VCR (Video Casette Recorder) alat perekam gambar dan suara. Di beberapa kamera ada yang recordernya terpisah seperti jenis U-matic. Tetapi ada juga yang menjadi satu dengan bodi kamera. Kelebihan menjadi satunya bodi kamera dengan recorder adalah keringanan dan efisiensi waktu. Pekerjaan menjadi lebih mudah.

Kamera handycam ada beberapa jenis sesuai dengan format kasetnya :

· Video 8 ,· Hi-8,· Digital 8,· VHS-C,· S-VHS-C,· Mini DV,· DVCam,· HDD

Kamera Professional juga ada beberapa jenis :

· Hi-8 Pro,· S-VHS,· U-matic,· Betacam,· DVCPro/DVCam,· Digital-9,· Digital Betacam

DIAFRAGMA KAMERA

Diafragma sebuah kamera bekerja dengan cara yang sama seperti selaput pelangi yang berfungsi pada mata manusia. Dalam sinar matahari yang cerah , selaput pelangi akan menutup kebawah untuk mengurangi jumlah sinar yang memasuki mata. Dalam ruangan yang gelap , selaput itu akan terbuka keatas supaya lebih banyak sinar yang masuk , sehingga kita bisa melihat sesuatu. image

Diafragma sebuah kamera haruslah terbuka ke atas ataupun tertutup ke bawah untuk mengatur jumlah sinar yang memasuki kemera dan jatuh pada permukaan film. Dengan cara ini pengaturan jumlah sinar amat menentukan karena pengelupasan film dengan sinar yang terlalu banyak ( dikenal dengan pengelupasan berlebihan = over exposure) ataupun terlalu sedikit sinar ( pengelupasan yang kurang = under exposure0 akan merusak gambar

Pada lensa subuah kamera ada gelang bertuliskan angka-angka …2; 2,8; 4; 5,6 ; 8; 11; 16; 22; dsb. Gelang ini berhubungan dengan suatu alat berupa lempengan –lempengan baja tipis didalam lensa yang membentuk satu lubang. Lubang inilah yang disebut DIAFRAGMA, sedangkan angka-angka yang tertera pada gelang difragma adalah skala diafragma .image

Diafragma terdiri atas sebuah cincin dari kepingan logam yang tumpang tindih . Jika cincin lubang yang melingkar diluar lensa ( gelang) di putar oleh pengambil gambar /pemotret, maka lempengan diafragma akan berayun memutar dan sebuah lubang terbuka ditengahnya. Semakin banyak cincin diputar semakin besar lubang yang terjadi. Sebuah lubang lensa / diafragma ditunjukan oleh angka f atau f stop – nya. Angka f dihitung dengan membagi panjang focus lensa dengan garis tengah lubangnya. Oleh sebab itu , sebuah lensa 50 mm mempunyai lubang 25 mm akan diatur ke f2. Lensa – lensa sejenis yang diatur pada f-stop yang sama akan memungkinkan sinar yang kira kira sama dilaluinya.

Besar kecilnya angka-angka skala difragma berbanding terbalik dengan besar kecilnya lubang diafragma . Semakin besar angka skala diafragma semakin kecil lubang difraghma, demikian pula sebaliknya semakin kecil angka skala diafragma menunjukan semakin besar lubang diafragma.

Dengan mengatur besar kecilnya lubang diafragma berarti kita mengatur banyak sedikitnya sinar yang masuk lewat lensa. image

Seandainya kita memotret sesuatu, sedang subyek kita tersebut cukup gelap, maka kita harus membuka lebar diafragma agar sinar yang masuk cukup untuk menyinari film yang ada dalam kamera. Sebaliknya kalau subyek kita terlalu terang , misalnya subyek dipotret disiang hari dengan sinar matahari yang langsung mengenainya, kita harus menutup lubang diafragma agar film tidak terlalu banyak kena sinar.

PENGATUR CAHAYA KAMERA

Pengatur cahaya sebuah kamera ( Shutter Speed Dial = Kecepatan rana) akan mengatur panjang waktu yang memungkinkan sinar jatuh keatas film.Didalam kamera didepan bidang film ada sebuah layer atau rana yang bisa membuka - menutup denga selang waktu tertentu. Lamanya selang waktu antara rana tertutup – terbuka – tertutup lagi bisa diatur melalui sebuah tombol yang ditandai dengan angka angka 1, 2, 4, 8, 15, 30, 60,… , 1000, 2000.aAngka tersebut artinya 1/ …. detik. . Banyak kamera memungkinkan pengambilan gambar untuk memilih kecepatan pengatur cahaya dari rentang 1/2000 detik yang merupakan ukuran terkecil sampai beberapa detik. Tiap-tiap kecepatan besarnya adalah setengah dari kecepatan sebelumnya. Rentang itu bisa jadi 1/2000, 1/1000, 1/500, 1/250, 1/60, 1/30, 1/15, 1/8, dan seterusnya. Jadi misalnya kita pasang tombol kecepatan rana pada angka 125, maka kalau kita menejkan tombol pelepas rana akan membuka selama 1/125 detik kemudian menutup lagi. Dengan mengatur klecepatan rana kita bisa mengatur banyaknya sinar yang mengenai film. Kalau subyek pemotretan gelap kita harus membuka rana lambat, misalnya ½ detik bila obyek pemotretan terang kita membuka rana cepat , misalnya 1/125 detik. image

Ada juga pengatur ‘B’ yang memungkinkan pengambilan gambar membuka dan menutup pengatur cahaya (daun Rana) secara manualuntuk mendapatkan pengelupasan film selama beberapa menit atau bahkan beberapa jam. Ini biasanya pemotretan di malam hari yang pencahayaannya kurang.

Kecepatan pengatur cahaya dipilih , baik secara otomatis oleh elektronik kamera maupun secara manual dengan memutar kecepatan pengatur cahaya (shutter speed dial).

Pengatur cahaya dapat berupa salah satu dari tipe diafragma pengatur cahaya atau bidang pengatur cahaya focus. Banyak kamera kompak yang dilengkapi dengan pengaturan cahaya tipe diafragma. Pengatur cahaya ini biasanya diletakan di dalam lensa, diantara elemen-elemen lensa. Jika kamera yang lebih moderen /maju (lengkap) dilengkapi dengan lensa-lensa yang bisa dipertukarkan memakai pengatur cahaya diafragmanya, maka tiap-tiap lensa harus memiliki mekanisme pengatur cahaya sendiri – sendiri yang menyebabkan harga lensa menjadi sangat mahal. Pemakai pada umumnya menyenangi pengatur cahaya yang terpasang didalam badan kamera. Pengatur ini adalah bidang pengatur cahaya focus, disebut demikian karena pengatur ini terletak persis di depan bidang (permukaan datar) dimana bayangan difokuskan di atas film.image

Pengatur cahaya diafragma membuka untuk mengelupaskan seluruh film secara merata dalam waktu singkat . Pada kecepatan pengatur cahaya lebih pendek dari 1/30 detik, bidang pengatur cahaya focus akan membuka untuk membentuk semacam jendela yang akan menyapu permukaan film.

LENSA DAN FOKUS KAMERA

Kerja dasar lensa kamera adalah untuk membentuk gambar yang tajam dioatas film . Tanpa lensa , gambar akan menjadi kabur. Lensa kamera yang paling sederhana adalah selembar kaca atau plastic yang dibentuk seperti kaca pembesar. Kamera yang lebih maju menggunakan lengsa yang canggih yang disebut lensa majemuk. Lensa lensa ini dibuat dengan menggabungkan secara dekat beberapa lensa atau elemen sederhana. Lensa majemuk menghasilkan gambar yang lebih terang dan lebih banyak sinar untuk mencapai film dan memperbaiki kesalahan pada lensa sederhana , terutama kesalahan tentang penyimpangan warna-warna dan pengaburan sisis-sisi gambar.

Bayangan difokuskan dengan cara memutar cincin pemfokus lensa. Didalam kaca penglihatan dari kamera SLR, pengambilan gambar melihat citra yang semakin jelas dan semakin jelas sampai citra kemudian terfokuskan dengan tajam. Beberapa kamera mempunyai lensa yang dapat ditukar tukar. Satu lensa dapat diambil dan diganti lensa lain yang membuat subyek tampak lebih besar atau lebih kecil.

image

Dengan memakai Kamera SLR kita mempunyai kemungkinan untuk mengganti berbagai jenis lensa. Dengan demikian kita bisa lebih berkreasi untuk menghasilkan efek tertentu pada subyek yang difoto.

Jenis lensa dapat diketahui dari panjang fokalnya. Panjang fokal dari suatu lensa biasanya tertulis dibagian depan , misalnya : 50 mm . Secara sederhana bisa dikatakan bahwa panjang fokal adalah jarak antara lensa dan bidang film pada saat lensa tersebut fokusnya pada titik tak terhingga . Biasanya kamera yang kita beli dari toko sudah dilengkapi dengan lensa 50 mm , lensa tersebut adalah lensa standart atau lensa normal Lensa standar artinya lensa yang mempunyai sudut pandang hampir sama dengan pandangan manusia. image

Sedangkan lensa yang mempunyai panjang fokal yang lebih kecil dari 50mm ,misalnya 35 mm,28 mm, 20 mm, dan sebagainya disebut lensa sudut lebar (wide angled)

Dimana lensa tersebut mempunyai sudut pandang lebih besar dari pandangan manusia. Makin pendek fokalnya, makin lebar sudut pandangnya.

Lensa yang mempunyai panjang fokal lebih dari 50 mm misalnya 135 mm , 2300 mm, 300 mm dansebagainya disebut dengan lensa tele. Lensa tersebut sudut pandangnya lebih sempit . Makin panjang , panjang fokoalnya makin sempit sudut pandangnya.

Selain lensa – lensa dengan panjang fokal yang tetap ( FIXED FOCAL LENGTH), seperti yang kita bahas diatas masih ada lagi lensa yang disebut ZOOM LENS . Lensa ZOOM adalah lensa yang panjang fokalnya bisa diubah ubah misalnya 28 mm s.d 135 mm, 35mm – 70 mm dsb.

JENIS JENIS KAMERA

Ada beberapa kamera berukuran kecil, tidak mahal, dan mudah dipakai, sedangkan lainnya lagi berukuran besar, berat, dan relative lebih rumit. Masing – masing jenis kamera yang berbeda telah dirancang dengan memperhatikan tipe-tipe kerja dan pemakai kamera tertentu.

Kamera – kamera kecil ukuran saku memakai film sempit , hanya mempunyai lebar 16 mm yang dikenal dengan ukuran 110.

Kamera dengan ukuran yang lebih kecil memakai film yang lebih kecil lagi.

Ukuran atau format film yang paling populer adalah 35 mm , yang memakai film dengan lebar 35 mm . Banyak kamera memakai film gulungan dengan 12, 24, atau 36 bidikan

( isi 12, 24 atau 36) , tetapi ada beberapa film berukuran besar.

Ada dua tipe utama kamera jenis 35 mm , yaitu pandangan langsung dan pantulan.image

Jenis pandangan langsung dilengkapi dengan lubang pengintip pandangan ( View finder = jendela bidik) yang memungkinkan pengambil gambar mengarahkan kameranya kearah yang tepat . Ini adalah jenis yang kaca penglihatannya terpisah dari lensa yang memfokuskan citra gambar ke atas film. Jenis ini juga disebut kamera rangefinder (Rangefinder Camera) Kamera jenis ini biasanya bentuknya sangat kompak dan ringkas, malahan sekarang lebih banyak yang serba otomatis termasuk lampu kilatnya yang sudah ada di badan kamera yang akan menyala sendiri kalau diperlukan . Karena mudah, praktis dan harganya lebih murah , kamera ini paling banyak dipergunakan orang . Ciri ciri dan sekaligus kelemahan dari kamera ini adalah adanya jendela pengamat ( viewfinder _ window) yang ada diatas lensa kamera . Disini pemotret melihat subjek pemotretan melalui jendela pengamat yang ada diatas lensa. Sedang film “melihat “ subyek yang ada dibawah jendela pengamat. Sehingga ada perbedaan antara pandangan pemotret dan film yang merekam gambar. Perbedaan tersebut dinamakan Paralax

Kamera refleks memakai sistem kaca penglihat dengan sebuah cermin untuk memantulkan sinar . Kamera refleks dengan lensa kembar (twin lens refleks ) mempunyai dua lensa yang persis sama. Yang satu memfokuskan citra kefilm dan yang lainnya membentuk citra yang sama kekaca penglihatan.

Kamera refleks dengan lensa tunggal (Single Lens Refleks) lebih populer dipergunakan orang baik amatir maupun profesional. Lensa yang akan memfokuskan citra di atas film juga akan membentuk citra pada kaca penglihatan. Perbedaan pandangan atau Paralax yang terjadi pada kamera Rangefinder camera tidak terjadi / ada pada kamera single lens refleks = SLR , karena apa yang dilihat pemotret melalui pengamat /jendela bidik (view finder) adalah refleksi bayangan subyek yang melewati suatu lensa yang sama juga akan mengenai film. Jadi apa yang dilihat pemotret melaluik view finder sama seperti apa yang dilihat film. Dengan demikian pemotret bisa lebih mudah mengatur baik ketajaman (focus) maupun komposisi gambar.

Keunggulan lain dari kamera SLR adalah lensanya yang dapat diganti-ganti sesuai dengan keinginan pemotret. Misalnya lensa tele, lensa sudut lebar, lensa macro dll.

Macam-Macam Kamera Video

Macam-macam video dilihat dari fungsinya dapat dibedakan menjadi :

  1. Camera Standar Broadcast
  2. Camera Semi Broadcast
  3. Camera Home Use
  4. Camera handy Cam

clip_image002

Pembagian berdasarkan format kamera video

    1. Camcoder

clip_image004
Product Information

1/6" CCD imager with 290K effective pixels, 20X optical zoom lens with 990X digital zoom, 2.5" touch panel SwivelScreen LCD display, Memory Stick slot

    1. Camcoder MiniDV

clip_image006
Product Information

1/6” Advanced HAD CCD imager with 340K effective pixels, 20X optical zoom lens with 800X digital zoom, Carl Zeiss Vario-Tessar lens, 2.5” touch panel SwivelScreen LCD display

    1. Camcoder DVD

clip_image008
Product Information

1/6" Advanced HAD CCD imager with 800K Pixel still image capabilities, 20X optical zoom lens with 800X digital zoom, Carl Zeiss Vario-Sonnar lens, 2.5" touch panel Wide Hybrid LCD display

Jenis/type lain dari Handycam :
clip_image009
clip_image010

Definisi Kamera Video

Definisi Kamera Video

Kamera Video adalah perangkat perekam gambar video yang mampu menyimpan gambar digital dari mode gambar analog. Kamera Video termasuk salah satu produk teknologi digital, sehingga disebut pula salah satu perangkat digitizer yang memiliki kemampuan mengambil input data analog berupa frekuensi sinar dan mengubah ke mode digital elektronis.
Video/Film adalah rangkaian banyak Frame gambar yang diputar dengan cepat. Masing-masing Frame merupakan rekaman dari tahapan-tahapan dari suatu gerakan. Semakin cepat perputarannya semakin halus gerakannya, walaupun sebenarnya terdapat jeda antara frame namun kita sebagai manusia tidak bisa menangkap jeda tersebut.

clip_image001

clip_image003

Standard broadcast video
Standard Ragion Frame per second (FPS)
Secam Prancis, Timur tengan dan Afrika 25 fps
PAL Indonesia, China, Australia, Uni Eropa 25 fps
NTSC Amerika,Jepang, Kanada, Mexico, dan Korea 29,97 fps

Video Analog adalah Gambar dan Audio direkam dalam bentuk sinyal Magnetik pada pita magnetik.
Video Digital adalah juga serupa dengan Video analog, gambar dan sura digital direkam dalam pita magnetic, tetapi menggunakan sinyal digital berupa kombinasi angka 0 dan 1.


Bagian-bagian Kamera Video

Bagian-bagian Kamera Videoclip_image002

clip_image004

Bagian-bagian Kamera video :

  1. Penutup lensa
  2. Layar LCD
  3. Tombol pembuka layar LCD
  4. Tombol volume
  5. Batery
  6. Pengunci batery
  7. Tombol power
  8. Tombol start/stop merekam
  9. Jek memasukan listrik dari adaptor
  10. Tempat memasang tali handy camera Lensa
  11. Informasi batery
  12. Tombol lampu
  13. Tombol untuk memilih kualitas warna
  14. Lensa
  15. Mikrophone/mike
  16. Lampu tanda merekam
  17. Infrared (merekam di tempat gelap)
  18. Tombol control vidio
  19. Tombol pengunaan lampu
  20. Tombol FADER
  21. Tombol BACK LIGHT
  22. Tombol FOCUS
  23. Lampu sensor remote

Type analog kamera video dibagi 2 (dua) bagian :

  1. Bagian kamera
  2. Bagian VCR

Fungsi dari bagian-bagian Kamera Video

DSLR itu adalah digital single lens reflex, maksudnya ialah sebuah kamera

dengan sistem digital (menggunakan prosessor, chip, memory, dan kecanggihan

teknologi dalam menangkap gambar) yang memakai satu buah lensa yang

terpasang di body kamera tersebut. reflex mirror didalam kamera akan naik ke

atas disaat kamu menekan tombol shutter dan di saat itu sensor gambar di

dalam kamera akan merekam suatu gambar.

Eyepiece (dudukan mata) = dudukan untuk mata kita disaat melihat ke

viewfinder.

Viewfinder (jendela bidik) = viewfinder menggunakan metode pentaprisma

(bentuk segilima) yang ditempatkan di atas jalur optikal melalui lensa ke

lempengan sensor image. cahaya yang masuk kemudian dipantulkan ke atas

oleh mirror (kaca cermin pantul) dan mengenai pentaprisma. pentaprisma

kemudian memantulkan cahaya beberapa kali hingga mengenai viewfinder

(jendela bidik). saat tombol shutter dilepaskan, kaca membuka jalan bagi cahaya

sehingga cahaya dapat langsung mengenai sensor image.

Image sensor (sensor penangkapan gambar) = sebuah sensor yang

digunakan untuk mengolah dan menangkap suatu gambar yang terdapat di

dalam sebuah kamera. ukuran sensor ada bermacam-macam, yaitu APS-C

Fungsi dan bagian-bagian kamera video serta teknik pengambilan gambar Hal. 3

berukuran 15x23mm, APS-H berukuran 19x29mm, dan FULL-FRAME 24x36mm

(sama dengan besar ukuran film).

Flash (cahaya seperti blits) = flash biasanya digunakan untuk menolong kita

dalam mengambil foto dalam keadaan gelap.

Hotshoe (dudukan eksternal flash) = sebuah dudukan untuk eksternal flash

yang biasanya berada di tengah atas body kamera.

Lens (lensa) = sebuah lensa yang tertanam di mount body kamera (lensa bisa

dilepas dr body dan diganti) yang berfungsi untuk memokuskan cahaya hingga

mampu ditangkap oleh image sensor. di bagian luar lensa biasanya terdapat tiga

cincin, yaitu cincin panjang fokus (untuk lensa jenis variabel), cincin diafragma,

dan cincin fokus. karakter lensa itu ada 5, wide (melebar), macro

(memperbesar),tele (zoom), tilt & shift dan fish eye. dan jenis lensa ada 2 fix

(tidak bisa dirubah seperti, 50mm) dan zoom (ada rangenya seperti, 17-85mm).

lensa juga mempunya fitur is (image stabilizer) untuk meredam getaran dari

tangan dan usm (ultrasonic motor) untuk mempercepat dan sunyi dalam

pencarian focusing. *is usm kode di jenis kamera dlsr canon. fitur tersebut di

lensa kamera dslr lainnya juga ada, tapi kode nama yang lain tetapi dengan

fungsi yang sama.

Lenshood = sebuah tambahan pada lensa untuk mengurangi cahaya yang

berlebih, dampak flare dan pelindung bagian depan permukaan lensa, dan juga

sebagai penambah tampilan lensa agar terlihat lebih sangar. *ingat : pemakaian

hood yang tidak sesuai dengan seri lensanya akan menimbulkan vignetting

(vignetting = flek hitam pada sisi-sisi ujung hasil gambar).

LCD monitor (layar LCD) = untuk melihat hasil gambar dan memantau mode

yang kita pakai untuk mengambil gambar.

Titik focus = jika kamu melihat ke dalam viewfinder, maka kamu akan melihat

sebuah titik-titik kecil yang tersebar (banyaknya titik tergantung jenis dan model

kamera) dimana titik focus itu untuk membantu kamu mencari focus gambar

yang mau diambil.

BODY CAMERA

Body camera ini berisi tabung pengambil gambar (pick up tube) yang berfungsi

untuk merubah gambar optik yang di hasilkan lensa menjadi sinyal elektrik.

Di body camera ini biasanya juga di lengkapi dgn beberapa fasilitas camera

seperti: white balance,shuuter speed,digital efek dll tergantung jenis camera dan

kebutuhannya

VTR/RECORDER

Vtr berfungsi sebagai alat perekam gambar dan suara

Di beberapa camera ada yg recordernya terpisah namun ada juga yang menyatu

dgn body camera,kelebihan jika recordernya jadi satu adalah keringanan dan

efesiensi waktu.

Sistim Optik Internal

Semua kamera televisi berwarna menggunakan system optic bagian dalam

,yang memisahkan cahaya yang difokuskan oleh lensa kedalam 3 warna primair.

Systim optic yang biasa digunakan dalam prism beam-splitter, yang menerima

sumber cahaya secara maksimum dan sedikit sinar yang hilang atau distorsi

optic.

Kamera televisi yang murah harganya menggunakan system optic cermin

diskroik.

Photoelektric Transducer

Baik itu berupa pickup tube ( tabung ) , maupun CCD (Charge Couple Device) ,

berfungsi mengubah bayangan optic kedalam sinyal elektronik atau sinyal video.

Pickup Tube (tabung)

Jenis tabung yang banyak digunakan adalah Plumbicon dan saticon . Tabung

tabung ini mampu menghasilkan gambar berwarna yang berkualitas tinggi.

Tabung plumbicon yang dibuat untuk kamera studio tersedia dalam dua ukuran ,

format yang berdiameter 1 ¼ Inch (30 mm) dan format 1 inch (25 mm). Format

ini menunjukan ukuran permukaan photoconductive pada tabung. Semakin lebar

permukaan tabung semakin bagus kwalitas gambarnya. Tetapi kamera dengan

tabung lebih kecil akan semakin ringan dan memerlukan sedikit sumber daya

Kamera studio yang baru sudah memakai format 2/3 inch (18 mm) dan kamera

ENG?EFP dengan format ½ inch (12 mm) juga mampu menghasilkan gambar

yang berkualitas tinggi.

CCD (Charge Couple Device)

CCD adalah sebuah chip terpadu sebagai pengganti pickup tube. Fungsinya

persis sama , hanya cara kerjanya berbeda. CCD memberikan beberapa

keuntungan , bentuknya kecil dan ringan sehingga kamera dirancang lebih

praktis dan ringan dari kamera tabung. Teta[pi pickup tube biasanya

menghasilkan gambar yang lebih tinggi resolusinya.

clip_image005

clip_image006

Teknik Penyuntingan Video

Teknik Penyuntingan Video
Teknik Linear dilakukan dengan memotong-motong bahan video yang diberi istilah klip dan disusun dengan menggunakan video player dan perekam (VCR-Video Cassete Recorder), bisa juga menggunakan dua player bila kita ingin memasukan effect, sehingga bisa diatur sesuai dengan potongan yang ada.
Teknik Non-Linear, serupa dengan linear kita memotong-motong klip dalam editing, tetapi jauh lebih mudahkarena tinggal drag and drop tanpa kerja dari nol, begitu juga untuk memasukan effect, kita tinggal drag and drop dengan effect yang sudah tersedia. Bahkan kita dapat mengatur dengan mudah durasi dari effect yang kita pakai.

clip_image001
Format dalam kamera video dibagi atas 2 bagian :

  1. Analog format yang terdiri dari standar VHS,VHS-C, Super VHS, Super VHS-C, 8mm, Hi-8
  2. Digital format yang terdiri dari MiniDV,Digital8, DVD

Komputer yang dianjurkan untuk editing video terdiri dari :

  1. PC sekelas P4 atau AMD Athlon, sebaiknya menggunakan teknologi Hyper Trading.
  2. Capture Video Card dan Port, Contoh : Pinacle, Port Fire Wire IEEE 1394, USB2, digunakan untuk proses transfer dari camcoder ke PC.
  3. Kabel Firewire atau USB
  4. Harddisk, untuk pengolahan Video Intensif lebih baik menggunakan SCSI Harddisk, sedangkan untuk yang standar gunakan saja HDD serial ATA, Putaran HDD minimal 7200 rpm.
  5. Sound Card
  6. VGA card
  7. CD-ROM dan CD-RW/DVD-RW

Performa video kamera (camcoder) dilihat dari :

  1. Analisa gambar bergerak = kualitas gambar bergerak yang telah direkam
  2. Titik lemah resolusi = menetukan nilai yang horizontal dan vertikal, dan hanya sedikit menguji warna warni
  3. White balance = untuk daylight dan sinar lampu dengan menggunakan testchart yang telah distandarisasi dan selanjutnya melakukan penilaian true color
  4. Menghitung noise = perbandingan antara signal dan noise power dituliskan dalam decibel (dB), semangkin tinggi nilai dBnya berarti semangkin tinggi noise distance dan semakin baik pula gambar videonya
  5. Cahaya sensitif = Berapa lama waktu yang dibutuhkan camcoder untuk menyesuaikan ulang kecerahan, semakin lama ulang waktu penyesuaian semakin buruk pula setting diafragma otomatisnya
  6. Kompresi kontra kerugian = Perbedaan antara rekaman dengan aslinya
  7. Kualitas gambar dalam uji ketahanan

Mengoperasikan Kamera Video

Mengoperasikan Kamera Video

Langkah-langkah pengoperasian kamera video :

clip_image001

  1. Lepas penutup lensa
  2. Pindahkan posisi tombol power dari off ke camera dengan menekan dan tahan tombol kunci, kemudian dorong ke bawah
  3. Buka layar LCD, dengan menekan kunci layar LCD, kemudian dibuka searah tanda panah. Secara otomatis viewfinder akan mati
  4. Tekan tombol start/stop untuk memulai merekam. Tekan tombol start/stop kembali untuk berhenti merekam

Langkah-langkah memasang kaset pada handy kamera adalah :

  1. Tekan tombol pembuka searah dengan tanda panah dan buka penutupnya

clip_image002

  1. Masukkan kaset dengan posisi jendela kaca kaset terlihat dari atas dan tekan bagian tengah belakang kaset

clip_image003

  1. Setelah penahan kaset secara otomatis turun kebawah kemudian tekan penutup kaset

clip_image004

Cara Instalasi Sony Vegas

Instalasi Vegas 6.0

Dalam proses instalasi Sony Vegas 6.0, ada beberapa tahapan yang harus dilalui diantaranya instalasi Microsoft Frame NetWork, menginstal program utama Sony Vegas 6, kemudian proses registrasi Main Concept MPEG encoder/dekoder.

1. Microsoft Frame Net Work.

Ini adalah program development dari microsoft yang harus terinstalasi terlebih dahulu dalam system Windows XP. Jika program ini belum ada dalam windows, maka proses instalasi sony vegas tidak akan bisa berjalan ataupula instalasi akan meminta instalasi secara online via internet

Pertama-tama, kita harus menginstal Microsoft .Net Frame work yang ada bersama dalam CD instalasi dalam direktori dotNETredist, jalankan dotNETfx.exe.

clip_image002

Pilih yes

clip_image004

I agree, Kemudian klik install, kemudian proses instalasi akan berjalan

clip_image006

clip_image008

Setelah selesai klik ok. Instalasi Microsoft .Net Framework 1.1 telah selesai

2. Instalasi Sony Vegas

Setelah proses instalasi Microsoft FrameNetwork selesai, kemudian kita menginjak instalasi program utama, yaitu Sony Vegas.

Klik file vegas6_enu.exe

clip_image010

Pilih next lalu akan muncul

clip_image012

Pilih option yang pertama kemudian next

clip_image014

Setelah kita yakin kita akan menginstal di drive C, tekan next

clip_image016

Kemudian centanglah opsi yang dibawah, Memberi icon vegas 6 di desktop komputer anda. Setelah itu Pilih install

clip_image018

clip_image020

Next

Instalasi Sony Vegas selesai.

Forum Multimedia Edukasi www.formulasi.or.id

Kategori