Tampilkan posting dengan label Linux. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Linux. Tampilkan semua posting

Editor vi pada Linux

vim adalah perintah terbaru dari vi. Editor ini dapat digunakan untuk mengedit seluruh plain text seperti vi. Sangat bagus bagi pengedit program karena memberikan kemudahan secara cepat dalam hal pengeditan. clip_image001

Bentuk umum:

               vim [nama file]

vim terdiri dari 2 (dua) mode :

1.      Mode Command

Pada mode ini  hanya dapat melakukan pembacaan, dilakukan dengan menekan Esc.

2.      Mode Insert

Pada mode ini kita dapat melakukan penulisan, dapat dilakukan dengan menekan Insert (i).

Tabel perintah-perintah vim editor pada mode command

Kunci

Keterangan

:wq

Write dan quite, simpan file dan keluar

:q!

Keluar vi tanpa menyimpan

:se all

Menampilkan semua pilihan set status

:se nu

Menampilkan nomor baris pada kiri layar

:!

Keluar untuk sementara dari editor vi dan menjalankan perintah yang lain

:w

Untuk menyimpan file.

:? <kata>

Untuk mencari sebuah kata.

:<awal>,<akhir>s/<yang diganti>/<yang mengganti>

Mencari dan merubah kata atau karakter

/<karakter>

Untuk mencari karakter.

/string

Mencari string ke arah depan

?string

Mencari string ke arah belakang

K

Pindah kursor ke atas

L

Pindah kursor ke bawah

O

Menyisipkan teks (satu baris setelah posisi kursor)

I

Menyisipkan teks (di sebelah kiri posisi kursor)

A

Menyisipkan teks (di sebelah kanan posisi kursor)

I

(shift i)

Menyisipkan teks (di posisi awal baris)

A

(shift a)

Menyisipkan teks (di posisi akhir baris)

H

Pindah kursor ke kiri satu karakter

X

Menghapus 1 huruf (di sebelah kanan posisi kursor)

P

(Paste) Menampilkan baris kalimat yang sudah dikopi dengan kunci yy

B

Menggerakkan kursor ke kiri satu kata

N

Meneruskan pencarian untuk arah yang sama

N

Meneruskan pencarian untuk arah yang berbeda

W

Manggerakkan kursor ke kanan satu kata

U

Membatalkan perintah yang terakhir kali

U

Membatalkan seluruh perubahan teks pada baris tempat kursor berada

J

Pindah kursor ke kanan satu karakter

Dd

Menghapus 1 baris (di sebelah kanan posisi kursor)

Dw

Manghapus 1 kata (di sebelah kanan posisi kursor)

Yy

Mengkopi 1 baris

2yy

Mengkopi 2 baris

Cw

Mengganti 1 kata yang telah ditulis di sebelah kanan posisi kursor dengan kata lain

Cc

Mengganti 1 baris kalimat yang telah ditulis di sebelah kanan posisi kursor dengan kalimat lain

^

Pergi ke awal baris

$

Pergi ke akhir baris

ctrl-b

Mundur satu layar

ctrl-f

Maju satu layar

ctrl-d

Maju setengah layar

Ctrl+v

Blocking (Visual block)

Shift+v

Cara Mudah Install linux Ubuntu

Ubuntu - Berikut ini adalah cara menginstal Ubuntu 10.04 untuk pemula atau bagi anda yang ingin mencoba mengenal lebih dekat dengan sistem operasi Linux yang dikembangkan oleh Canonical ini.

Apa yang perlu anda persiapkan?

jika anda benar-benar pemula dan belum pernah menginstal distro linux apapun sebelumnya, kami menyarankan agar anda menggunakan komputer dengan hardisk yang benar-benar kosong. Mengapa demikian?.. sebab kesalahan yang mungkin terjadi selama proses instalasi, terutama pada proses mempartisi harddisk, akan menyebabkan data atau file penting anda akan hilang dan tak dapat dikembalikan lagi. Disini kami mengasumsikan anda menggunakan sebuah harddisk kosong untuk menginstal Ubuntu 10.04;

clip_image001

Anda memerlukan sebuah CD Ubuntu 10.04 untuk memulai instalasi, jika belum ada, silahkan anda download Iso Image Ubuntu 10.04 melalui link yang kami sediakan pada artikel ini. Silahkan anda pilih yang sesuai dengan perangkat keras yang anda miliki. Setelah Ubuntu 10.04 selesai anda download, burninglah file iso tersebut dengan aplikasi pembakar CD seperti Nero, CDBurnerXP ataupun Roxio.

Masukkan CD kedalam CD/DVD-Rom dan restart komputer untuk melakukan booting dari CD. Tekan tombol F8, F11 atau tombol F12 (bergantung pada BIOS Anda) untuk memilih CD/DVD-ROM sebagai boot device yang akan dijalankan pertama kali.

Silahkan tunggu hingga CD selesai diloading...

clip_image002
Selanjutnya anda akan disajikan pilihan apakah ingin menjalankan Ubuntu sebagai sebuah Live CD atau ingin menjalankannya sebagai CD instalasi. Bagi anda yang ingin mengetahui seluk beluk Ubuntu 10.04 namun belum ingin menginstalnya secara langsung, silahkan anda pilih opsi untuk menjalankannya sebagai Live CD. Andapaun dapat menjalankan Instalasi melalui link yang terdapat pada desktop jika anda memutuskan untuk menjalankannya sebagai live CD. Disini kami menganggap anda memilih untuk mejalankannya sebagai sebuah instalasi.

Anda akan melihat wallpaper dan panduan instalasi. Pilih bahasa yang akan Anda gunakan kemudian klik tombol "Install Ubuntu 10.04 LTS" untuk melanjutkan ...

clip_image003

Berikutnya anda akan diminta menentukan lokasi. Setelah memilih lokasi Anda saat ini, sesuaikan juga wilayah waktu yang anda gunakan. Anda juga dapat memilih lokasi saat ini melalui menu drop-down "Region" yang terletak di bagian bawah. Klik tombol "Forward" setelah Anda menentukan lokasi yang diinginkan ...

clip_image004
Pada layar ketiga, Anda dapat memilih layout keyboard yang ingin anda gunakan. Biarkan dalam kondisi default jika anda tidak ingin melakukan penyesuaian. Klik tombol "Forward" untuk melanjutkan proses ...

clip_image005
Berikutnya adalah proses yang sangat penting, dan seperti telah kami kemukakan sebelumnya, proses penentuan partisi hardisk adalah proses yang rawan terjadi kesalahan bagi para pemula. Namun disini kami berikan beberapa pilihan sebegai pengetahuan tambahan.

Anda memiliki empat pilihan di sini:

1. Jika Anda memiliki sistem operasi lain (misalnya Windows XP) dan Anda ingin sistem dual boot, pilih opsi pertama: "Install them side by side, choosing between them at each startup."

Catatan: Opsi ini hanya akan muncul jika Anda memiliki sistem operasi lain telah terinstal pada komputer, Microsoft Windows misalnya. Ingatlah bahwa, setelah proses instalasi, boot loader Windows akan ditimpa oleh boot loader Ubuntu!

2. Jika Anda ingin menghapus sistem operasi yang sudah ada, atau harddisk sudah dalam kondisi kosong, dan Anda ingin agar installer melakukan proses partisi secara otomatis, silahkan gunakan pilihan kedua, "Use the entire disk."

clip_image006
Catatan: Pilihan ini direkomendasikan bagi pengguna yang tidak memiliki sistem operasi lain terpasang pad komputer atau yang ingin menghapus sistem yang sudah ada.

3. Pilihan ketiga adalah "Use the largest continuous free space" ini akan menginstal Ubuntu 10.04 dalam partisi kosong dalam harddisk yang telah dipilih jika anda memasang lebih dari satu harddisk.

4. Pilihan keempat adalah "Specify partitions manually" jika anda ingin melakukan partisi secara manual dan ini hanya dianjurkan untuk pengguna tingkat lanjut, untuk membuat partisi khusus atau memformat hardisk dengan file system lain selain pilihan yang telah ditentukan secara default. Langkah ini juga dapat digunakan untuk membuat partisi /home secara terpisah, yang sangat berguna jika Anda menginstal ulang seluruh sistem Ubuntu dikemudian hari.

Berikut adalah cara melakukan partisi secara manual untuk membuat partisi /home:

- Pilih "Specify partitions manually (advanced)" dan klik tombol "Forward";

- Pastikan bahwa harddisk yang anda pilih telah benar. /dev/sda adalah hardisk fisik pertama. /dev/sdb adalah hardisk kedua jika Anda memiliki lebih dari satu harddisk. Jadi, pastikan bahwa Anda tahu harddisk mana yang ingin Anda format! Jika tidak, Anda akan kehilangan SEMUA DATA ANDA pada harddisk yang telah terlanjur anda format;

- Kami asumsikan harddisk yang dipilih adalah kosong (tidak ada sistem operasi lain atau data penting di dalamnya), tetapi telah memiliki beberapa partisi. Pilih masing-masing partisi tersebut dan klik tombol "Delete". Setelah beberapa saat, anda akan diberitahukan bahwa ruang telah kosong. Lakukan langkah ini pada partisi lain dari harddisk yang telah anda pilih, hingga semua partisi lama terhapus dan anda hanya memiliki sebuah partisi tunggal;

- Pilih pada partisi kosong tersebut, klik tombol "Add". Pada jendela baru yang muncul, isikan nilai 2000 (contoh saja) "dalam satuan megabyte" untuk membuat partisi "swap", untuk menentukannya, silahkan pilih dalam daftar menu drop down pada "Mount point" dan pilih "swap". Klik tombol OK, beberapa saat kemudian Anda akan mendapatkan sebuah partisi swap sesuai dengan kapasitas yang telah anda tentukan tadi;

- Pilih ruang kosong berikutnya, klik tombol "Add". Pada jendela yang muncul, pilih opsi "Primary", tentukan nilai antara 10.000 dan 50.000 dalam ukuran "megabyte" untuk digunakan sebagai partisi "/". Pilih opsi "/" pada menu drop down "Mount point". " Klik tombol OK, beberapa saat kemudian anda akan mendapatkan sebuah partisi "ext4 /" sesuai dengan ukuran yang telah anda tentukan;

- Pilih ruang harddisk yang tersisa, klik tombol "Add". Pada jendela baru, pilih Opsi "Primary", tentukan nilai antara 30.000 dan 50.000 (atau seberapapun ruang yang tersisa pada harddisk) dalam ukuran "megabyte" untuk digunakan sebagai partisi "/home". Pilih opsi "/home" pada menu drop down "Mount point". " Klik tombol OK, beberapa saat kemudian anda akan mendapatkan sebuah partisi "ext4 /home" sesuai dengan ukuran ynag telah anda tentukan;

Catatan: Anda dapat menentukan nilai sebuah partisi sesuai dengan kapasitas hardisk yang anda miliki, contohnya bila anda memiliki hardis dengan kapasitas 40GB, anda dapat membaginya menjadi tiga partisi; 2GB untuk "swap", 20GB untuk "/" dan sisanya 18GB untuk "/home".

clip_image007
Tabel partisi anda akan nampak seperti ini. Jika dirasa cukup, klik tombol "Forward" untuk melanjutkan proses instalasi ...

clip_image008
PERINGATAN: Perlu diketahui bahwa semua data pada harddisk atau partisi yang dipilih akan dihapus dan tak dapat dikembalikan lagi.

Klik "Forward" untuk melanjutkan proses instalasi ...

Pada langkah ini anda harus mengisi pada kolom sesuai dengan pertanyaan yang diminta. Pertama, isi kolom dengan nama asli Anda, berikutnya isi dengan nama yang ingin Anda gunakan untuk login pada Ubuntu (ini disebut "username" yang akan selalu diminta supaya anda bisa login ke dalam sistem) dan terakhir, silahkan masukkan password dan nama komputer yang anda inginkan. Ada sebuah opsi bernama "Log in automatically." Jika Anda mencentang kotak pada pilihan ini, Anda akan secara otomatis login ke desktop Ubuntu. Klik tombol "Forward" untuk melanjutkan ...

clip_image009
Ini proses akhir persiapan instalasi. Di sini, Anda dapat memilih untuk menginstal boot loader pada partisi lain dalam harddisk, tetapi hanya disarankan bagi pengguna tingkat lanjut. Jika anda seorang pemula, biarkan opsi pada langkah ini dalam kondisi default dan lanjutkanlah proses dengan memilih tombol "Insatll"

clip_image010
clip_image011

Proses instalasi Ubuntu 10.04 akan segera dilakukan, tunggulah hingga proses ini diselesaikan...

clip_image012
Setelah sekitar 10 hingga 18 menit (bergantung spesifikasi komputer Anda), sebuah jendela pop-up akan ditampilkan, yang intinya memberitahukan kepada anda bahwa instalasi telah selesai, Anda harus merestart komputer untuk mulai menggunakan sitem Ubuntu yang baru saja anda instal. Klik Tombol "Restart Now" untuk segera menjalankan sistem Ubuntu 10.04 pada komputer anda...

clip_image013
CD installasi secara otomatis akan dikeluarkan; ambil CD anda dan tekan "Enter" untuk me-reboot komputer. Komputer akan segera direstart dan dalam beberapa detik, Anda akan melihat boot splash Ubuntu ...

clip_image002[1]
Pada layar login, klik username dan masukan password Anda. Klik tombol "Log In" atau tekan Enter untuk mulai menggunakan Ubuntu 10.04...

clip_image014

Nahh... bergembira dan bersuka citalah anda dengan sitem operasi baru anda, Ubuntu 10.04 Lucid Lynx......

clip_image001[1]
Selamat mencoba....

Filesystem Hierarchy Standard (FHS) Linux Debian

Filesystem Hierarchy Standard (FHS) adalah standar yang digunakan oleh perangkat lunak dan pengguna untuk mengetahui lokasi dari file atau direktori yang berada pada komputer. Hal ini dilakukan dengan cara menetapkan prinsip-prinsip dasar pada setiap daerah pada sistem file, menetapkan file dan direktori minimum yang dibutuhkan, mengatur banyaknya pengecualian dan mengatur kasus yang sebelumnya pernah mengalami konflik secara spesifik.

clip_image001

Dokumen FHS ini digunakan oleh pembuat perangkat lunak untuk menciptakan suatu aplikasi yang compliant dengan FHS. Selain itu, dokumen ini juga digunakan oleh para pembuat sistem operasi untuk menyediakan sistem yang compliant dengan FHS.

 

Direktori

Deskripsi

/etc

Berisi file administrative (konfigurasi dll) dan file executable atau script yang berguna untuk administrasi system.

/dev

Berisi file khusus yang merepresentasikan peralatan hardware seperti memori, disk, printer, tape, floppy, jaringan dll.

/bin

Berisi program standar Linux (binary).

/sbin

Berisi perintah-perintah yang berhubungan dengan dengan system (hanya super user).

/lib

Berisi program library yang diperlukan untuk kompilasi program (misalnya C).  Berisi instruksi (command) misalnya untuk Print Spooler (lpadmin) dll.

/tmp

Berisi file sementara, yang pada saat Bootstrap akan dihapus

/boot

Berisi file yang sangat penting untuk proses bootstrap.  Kernel vmlinuz disimpan di direktori ini.

/proc

Berisi informasi tentang kernel Linux, proses dan virtual system file.

/var

Direktori variable, artinya tempan penyimpanan LOG (catatan hasil output program), file ini dapat membengkak dan perlu dimonitor perkembangannya.

/home

Berisi direktori untuk pemakai Linux (pada SCO diletakkan pada /usr)

/mnt

Direktori untuk mounting system file

/root

Home direktori untuk superuser (root)

/usr/bin/X11

Symbolic link ke /usr/X11R6/bin, program untuk X-Window

/usr/src

Source code untuk Linux

/opt

Option, direktori ini biasanya berisi aplikasi tambahan (“add-on”) seperti Netscape Navigator, kde, gnome, applix dll.

/usr

Berisi subdirectory yang bisa di execute oleh semua user

/sys

Berisi system, driver-driver yang aktif dan lebih tertata

lost+found

Berisi informasi jika kita melakukan command fsck

Direktori /dev

Konsep Unix dan Linux adalah memperlakukan peralatan hardware sama seperti penanganan file.  Setiap alat mempunyai nama file yang disimpan pada direktori /dev.

 

Peralatan

Direktori

Floppy

/dev/fd0

Harddisk

IDE :  /dev/had, /dev/hdb, /dev/hdc, /dev/hdd

SCSI :  /dev/sda, /dev/sdb, /dev/sdc

CDROM

SCSI :  /dev/scd0, /dev/scd1

IDE :  /dev/cdrom

Universal :  /dev/cdrom (link dari actual cdrom ide atau scsi)

Mouse

PS2  :  /dev/psaux

Universal : /dev/mouse

Parallel Port

LPT1 :  /dev/lp0

LPT2 :  /dev/lp1

Serial Port

COM1 :  /dev/ttyS0

COM2 :  /dev/ttyS1

Universal :  /dev/modem (link dari S0 atau S1)

Direktori /proc

Direktori /proc adalah direktori yang dibuat diatas RAM (Random Access Memory) dengan system file yang diatur oleh kernel.  /proc berisi nomor proses dari system dan nama driver yang aktif di system.  Semua direktori berukuran 0 (kosong) kecuali file kcore dan self.  Setiap nomor yang ada pada direktori tsb merepresentasikan PID (Process ID). 

PERINTAH-PERINTAH DASAR LINUX

Pada saat pertama kali menggunakan UNIX / Linux, setiap user harus memasukan login dan password yang sebelumnya harus didaftarkan kepada administrator sistem. Nama login pada umumnya dibatasi 8 karakter dan menggunakan huruf kecil. Pada sistem operasi DOS, setiap user yang memakai komputer tidak pernah ditanya login dan password, karena DOS memang dirancang tidak untuk sistem multi-user. Sedangkan UNIX / Linux, sejak awal pengembangannya memang ditujukan untuk sistem multi- user sehingga dilengkapi dengan sistem keamanan yang handal. clip_image001

1. login

Fungsi : untuk masuk ke dalam jaringan

Keterangan : Setiap pemakai sah dari sistem UNIX mempunyai identifikasi pemakai

sendiri (ID).

2. password

Fungsi : Memasukkan kata sandi setelah login.

Keterangan : Untuk pemakai yang baru didaftar oleh SUPER USER maka user tidak perlu memasukkan kata sandi. Untuk menjaga kerahasiaan, pengetikan tombol password tidak ditampilkan di layar. Jika seorang user tidak mempunyai hak atau memasukkan password yang keliru maka akan tampil pesan : Login Incorrect

3. who

Fungsi : untuk mengetahui daftar pemakai yang sedang aktif (login)

Keterangan : perintah who akan memberikan daftar pemakai yang baru saja log in dengan menunjukkan nama pemakai, terminal ID, dan waktu masing-masing log in.

4. finger

Fungsi : finger mempunyai kegunaan hampir sama dengan who, hanya saja finger

menyediakan informasi identitas user yang lebih lengkap dari ada who.

5. logout

Fungsi : Untuk keluar dari sistem

Keterangan : bila pemakai akan mengakhiri penggunaan terminal sebaiknya menjalankan perintah ini, agar hak akses pada log in-nya tidak disalahgunakan oleh orang lain yang tidak berhak.

6. exit

Fungsi : Untuk keluar dari sistem

Keterangan : sama dengan perintah log out.

7. whoami

Fungsi : untuk mengetahui siapa user yang sedang login di suatu komputer / terminal

Keterangan : digunakan bila anda menemukan terminal yang belum logout atau exit dan ingin mengetahui milik siapa terminal tersebut diaktifkan.

8. date

Fungsi : Menunjukkan atau mengatur tanggal

Keterangan : Melaporkan atau mengatur tanggal dan waktu sistem. Bila tidak ada argumen yang ditentukan, akan dilaporkan tanggal dan waktu sekarang.

9. cal

Fungsi : mencetak kalender mulai tahun 0000 s/d 9999

Keterangan : membuat kalender bulan dan tahun yang ditentukan. Bila bulan tidak disertakan, maka dibuat kalender untuk 1 tahun.

10. ls

Fungsi : menampilkan daftar file dalam directory aktif.

Keterangan : Perintah ini akan menampilkan informasi mengenai directory dan file. Bentuk sederhana perintah ls akan menampilkan hanya nama file. Bentuk panjang ditandai dengan menggunakan option –1, yang akan menampilkan nama-nama file beserta informasi untuk setiap file yang ditampilkan.

11. chmod

Fungsi : mengubah proteksi file

Format : chmod bilangan nama file

12. clear

Fungsi : bersihkan layar.

Format : clear

13. cmp

Fungsi : bandingkan file1 dan file2 serta laporkan perbedaannya.

Format : cmp file1 dan file2

Keterangan : perintah ini tidak akan melaporkan apa-apa jika file tersebut identik, tetapi jika ada perbedaan maka akan dilaporkan.

14. cp

Fungsi : copy file1 menjadi file2

Keterangan : cp akan meng-copy satu file ke file lain atau meng-copy satu file atau

lebih, ke sebuah direktory.

15. rm

Fungsi : menghapus file

Format : rm nama-file

16. mv

Fungsi : memindahkan file1 menjadi file2

Format : mv file1 file2

Keterangan : mv akan memindahkan satu file ke file lain atau memindahkan satu file atau lebih, ke sebuah direktori

17. cat

Fungsi : menampilkan isi sebuah file (sama dengan perintah TYPE pada DOS)

Cat berfungsi untuk mencetak ke layar monitor isi dari sebuah file text. Jika yang file dililihat menggunakan perintah ini bukan file text maka akan keluar karakterkarakter aneh pada layar. Untuk menghindari tercetaknya karakter-karakter aneh tersebut dapat digunakan perintah cat –v

18. more

Fungsi : menampilkan isi text file per layar

Format : more nama file

Keterangan : more menampilkan isi file dari titik tertentu kemudian menampilkan sisa file pada CRT sebanyak satu halaman setiap kali. Setiap layar CRT penuh maka penampilan file akan berhenti dan menunggu kita mengetikkan sebuah karakter atau return.

19. head

Fungsi : perintah head digunakan untuk menampilkan 10 baris pertama dari suatu file teks.

20. tail

Fungsi : perintah tail digunakan untuk menampilkan 10 baris terakhir dari suatu file teks.

21. history

Fungsi : mencetak perintah-perintah sebelumnya Tidak semua versi UNIX menyediakan perintah ini. Perintah history ini dapat digunakan untuk mengingat kembali perintah-perintah yang dijalankan sebelumnya. Perintah ini juga dapat digunakan untuk menjalankan lagi suatu perintah tanpa mengetik ulang.

23. wc

Fungsi : menghitung jumlah kata, jumlah baris dan jumlah karakter dalam suatu file

Format : wc nama-file

24. alias

Fungsi : untuk mengganti nama perintah

25. man

Fungsi : singkatan dari manual yaitu untuk menampilkan informasi bantu untuk semua perintah UNIX. Perintah ini sangat bermanfaat bagi setiap pemakai UNIX karena dapat membantu mengingat kembali perintah-perintah UNIX.

Format : man nama-perintah

26. grep

Fungsi : mencari isi suatu file di sembarang directory

Format : grep –n ‘nama-file’ di-direktori

Keterangan : grep akan mencari suatu variable dalam suatu baris tertentu, di dalam sembarang direktori pada semua file. Grep sangat berguna untuk menemukan kata tertentu dalam beberapa dokumen atau mencari adanya sebuah variable dalam sekelompok program.

27. rmdir

Fungsi : menghapus direktori

Format : rmdir nama-direktori

Tambahan :

· Untuk login ke root :

$ su

lalu tekan enter

· Mount USB :

$ mount –t vfat /dev/sda1 /mnt/usb

· Unmount USB :

$ unmount /mnt/usb

Cara Instalasi Debian Linux

Instalasi Debian Linux

1. Booting dari CD

2. Pada menu inputan pilihan jenis linux, ketikkan linux26

clip_image002[4]

3. Pilihan bahasa ---> American English

clip_image004[4]

4. Pilihan Negara ---> other ---> asia ---> Indonesia

clip_image006[4]

5. Pilihan keyboard ---> American English

clip_image008[4]

6. Automatic detect hardware, network (dhcp)

clip_image010[4]

clip_image012[4]

7. Masukkan hostname

clip_image014[4]

8. Masukkan domain name ---> eepis-its.edu

clip_image016[4]

9. Metode partisi ---> pakai entire disk

clip_image018[4]

10. Skema partisi ---> all files in one partition

clip_image020[4]

11. Finish partisi dan write changes to disk ---> pilih yes

clip_image022[4]

clip_image024[4]

12. Installing debian base system

clip_image026[4]

13. Install GRUB boot loader ---> pilih yes

clip_image028[4]

14. Setelah installing complete, ambil CD install ---> pilih continue

clip_image030[4]

15. Komputer akan booting ulang

clip_image032[4]

16. Anda akan lihat “Welcome to your new Debian System!” ---> pilih OK

clip_image034[4]

17. Konfigurasi waktu ---> pilih no

clip_image036[4]

18. Pilih asia/Jakarta (Java & Sumatra)

clip_image038[4]

19. Konfigurasi password

Root password

clip_image040[4]

Re-enter password

Nama user / full name

clip_image042[4]

Nama user account

User password

Re-enter password

20. Konfigurasi apt --->

Masukkan CD DEBIAN dan pilih CDROM

CD-ROM device file ---> /dev/cdrom ---> pilih OK

Tunggu beberapa saat

clip_image044[4]

Muncul scan untuk CD Debian yang lain ---> pilih no

Muncul pilihan tentang informasi HTTP proxy ---> kita kosongi ---> OK

Pada waktu connect dengan security.debian.org, kita CTRL-C untuk cancel

clip_image046[4]

Muncul peringatan untuk acces security ---> OK

21. Debian Software Debian selection

Pilihan untuk memilih paket yang akan diinstall (biarkan kosong) ---> OK

clip_image048[4]

22. Selanjutnya anda akan diminta untuk mengkonfigurasi EXIM:

Configuring Exim v4 (exim-config) general type of mail configuration ---> no configuration at this time ---> OK

Menu konfirmasi untuk Exim v4 ---> pilih yes

Menu untuk mempertanyakan tujuan mail (root and post mail recipient) ---> ketik sesuai dengan user ---> OK

Tunggu untuk reloading exim4 configuration files

23. Anda akan menemui menu Debian base System configuration (Thank you for choosing debian) ---> OK

24. Kemudian masuk pada login --->ketik root dan masukkan password untuk root

Forum Multimedia Edukasi www.formulasi.or.id

Kategori