Tampilkan posting dengan label Video. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Video. Tampilkan semua posting

Menu Broadcast Wirecast

menu Broadcast

Bagian ini berisi informasi mengenai setiap item dalam menu Broadcast dari Wirecast:

1. Broadcast setting: untuk mengatur segala pengaturan broadcast

2. Stop Broadcasting: digunakan untuk menghentikan penyiaran ke jaringan.

3. Start Recording / Stop Recording: digunakan untuk memulai (atau menghentikan) rekaman pada disk.

 

clip_image002

Menu Broadcast

Menu Media pada Wirecast

Menu Media

Bagian ini berisi informasi mengenai setiap item dalam menu media Wirecast:

1. Start playing all movies: untuk memainkan atau memutar semua film.

2. Pause all movies : semua film yang sedang diputar dihentikan sementara.

3. Play to next point : pilihan menu ini akan memainkan semua media untuk poin berikutnya.

4. Jump to previous point: pilihan menu ini akan membuat semua media untuk dimainkan ke poin sebelumnya.

5. New desktop presenter: untuk memasukkan IP dari desktop presenter dari PC atau laptop yang digunakan untuk melakukan presentasi.

6. Asset Manager: membuka bagian yang disebut “Aset Manager” dialog.

7. Configure device: beberapa perangkat (kamera, dll) mungkin dapat dikonfigurasi, Misalnya anda dapat mengkonfigurasi iSight untuk mengubah fokus, kontras, kecerahan gambar pada kamera secara manual.

 

clip_image002

Menu Media

Tutorial Wirecast untuk Mengolah Video

Untuk menjalankan program Wirecast, yang Anda butuhkan adalah sebuah komputer dan koneksi internet. Wirecast mempunyai kemampuan streaming intuitif dan sepenuhnya terintegrasi sehingga memudahkan siapa saja yang ingin berbagi pengalaman hidup dan membangun sebuah komunitas global. Dengan wirecast, streaming kamera memungkinkan anda untuk mengikut sertakan media lain seperti film, gambar, suara, dll Fitur termasuk Chroma Key (biru / layar hijau), transisi dan built-in judul yang dapat membuat siaran anda terlihat lebih professional.  image

 

Halaman muka (main window) dari Wirecast adalah seperti pada gambar berikut :

clip_image002[6]

Main window pada wirecast

a. Pada main window, terbagi menjadi 2 bagian, yaitu :

1. Live Broadcast

Bagian ini adalah untuk menampilkan (preview) apa yang akan Anda siarkan.

2. Shot List

Adalah ikon-ikon yang terdapat dibawah live broadcast. Ikon ini adalah daftar jenis video yang dapat Anda pilih.

clip_image003[6]

Broadcast area dan Shot list

  1. Auto Live

Sebelum Anda mulai bagian ini, pastikan bahwa semua layer terlihat (tidak ada tanda silang merah), dan Anda berada di layer “Normal”. Sampai pada titik ini, wirecast telah berjalan pada modus AutoLive. ini berarti bahwa perubahan apapun yang akan anda lakukan pada jendela utama secara otomatis akan hidup, atau akan ditampilkan gambar yang sebenarnya, sehingga anda tidak perlu melakukan pengeditan shot. Untuk membuatnya tidak tampil secara otomatis, anda bisa mengklik Turn off AutoLive Jika anda dengan meng-klik tanda kotak centang AutoLive. Kotak centang akan terlihat seperti ini:

clip_image004[6]

AutoLive

Catatan:

Ketika AutoLive tidak aktif, Anda harus selalu menekan Go (atau Ctrl + G) untuk mengatur setiap perubahan yang telah Anda buat.

clip_image006[6]

Tombol Go

Pertama kali Anda membuka aplikasi wirecast, klik lah tombol preview yang ada di sebelah kanan atas agar jendela wirecast terbagi menjadi 2, yaitu bagian persiapan atau preview dan bagian yang ditampilkan. Seperti gambar di bawah ini:

clip_image008[6]

Preview main window
Dibawah ini adalah fitur – fitur yang ada pada jendela wirecast:

clip_image010[6]

Area kerja pada Wirecast

Kompresi File Video

Video kompresi mengacu untuk mengurangi jumlah data yang digunakan untuk mewakili video digital gambar, dan merupakan kombinasi dari ruang kompresi gambar dan temporal kompensasi gerak. Kompresi video adalah contoh dari konsep pengkodean sumber dalam teori Informasi Artikel ini membahas aplikasi: video terkompresi secara efektif dapat mengurangi bandwidth yang diperlukan untuk mengirimkan video melalui siaran terestrial , melalui TV kabel, atau melalui TV satelit layanan.
Kualitas Video
Kebanyakan video kompresi lossy - beroperasi pada premis bahwa banyak data sekarang sebelum kompresi tidak diperlukan untuk mencapai kualitas persepsi yang baik. Sebagai contoh, DVD menggunakan standar pengkodean video yang disebut MPEG-2 yang bisa memampatkan sekitar dua jam data video dengan 15 hingga 30 kali, sementara masih menghasilkan kualitas gambar yang umumnya dianggap berkualitas tinggi untuk standar-definition video. Video kompresi adalah tradeoff antara disk space, kualitas video, dan biaya perangkat keras yang diperlukan untuk dekompresi video dalam waktu yang wajar. Namun, jika video overcompressed secara lossy, terlihat (dan kadang-kadang mengganggu) artefak dapat muncul. image
Video kompresi biasanya beroperasi pada kelompok berbentuk persegi tetangga piksel , yang sering disebut makroblok . Kelompok-kelompok pixel atau blok pixel tersebut dibandingkan dari satu frame ke depan dan codec kompresi video (encode / decode skema) hanya mengirim perbedaan dalam blok tersebut. Ini bekerja sangat baik jika video memiliki mosi tidak. masih kerangka teks, misalnya, dapat diulang dengan data yang ditransmisikan sangat sedikit. Di daerah video dengan gerakan lebih, lebih mengubah piksel dari satu frame ke yang berikutnya. Ketika banyak piksel berubah, skema kompresi video harus mengirim lebih banyak data untuk bersaing dengan jumlah yang lebih besar piksel yang berubah. Jika konten video termasuk ledakan, api, kawanan ribuan burung, atau gambar lain dengan banyak-frekuensi detail tinggi, kualitas akan turun, atau kecepatan bit variabel harus ditingkatkan untuk membuat informasi ini ditambah dengan sama tingkat detail. image
Penyedia pemrograman memiliki kontrol atas jumlah kompresi video diterapkan untuk program video mereka sebelum dikirim ke sistem distribusi mereka. DVD, Blu-ray disc, dan HD DVD telah kompresi video diterapkan selama proses menguasai mereka, meskipun Blu-ray dan HD DVD memiliki kapasitas disk yang cukup bahwa kompresi yang diterapkan dalam format ringan, bila dibandingkan dengan contoh seperti video paling streaming pada yang internet , atau diambil pada ponsel . Software yang digunakan untuk menyimpan video pada hard drive atau berbagai format cakram optik akan sering memiliki kualitas gambar yang lebih rendah, meskipun tidak dalam semua kasus. High-bitrate codec video dengan atau tanpa kompresi sedikit ada untuk video pasca produksi bekerja, tapi membuat file besar sangat dan karena itu hampir tidak pernah digunakan untuk distribusi video selesai. Setelah kompresi video yang berlebihan lossy kompromi kualitas gambar, adalah mustahil untuk mengembalikan gambar untuk kualitas aslinya.
Intraframe Interframe Kompresi Versus
Salah satu teknik yang paling kuat untuk video mengompresi adalah kompresi interframe. Kompresi Interframe menggunakan satu atau lebih atau yang lebih baru frame sebelumnya dalam urutan untuk kompres frame lancar, sedangkan kompresi intraframe hanya menggunakan frame saat ini, yang efektif kompresi gambar .
Metode yang paling umum digunakan bekerja dengan membandingkan setiap frame dalam video dengan yang sebelumnya. Jika jendela memiliki wilayah di mana tidak ada yang bergerak, sistem hanya mengeluarkan perintah pendek yang salinan yang bagian dari frame sebelumnya, bit-untuk-bit, ke yang berikutnya. Jika bagian dari memindahkan bingkai dengan cara sederhana, kompresor memancarkan perintah (sedikit lebih panjang) yang menceritakan decompresser bergeser, memutar, meringankan, atau menggelapkan copy - perintah lagi, tapi masih jauh lebih pendek daripada kompresi intraframe. kompresi Interframe bekerja dengan baik untuk program yang hanya akan diputar kembali oleh penonton, tetapi dapat menyebabkan masalah jika urutan video perlu diedit.
Karena data kompresi interframe salinan dari satu frame ke yang lain, jika frame asli hanya dipotong (atau hilang di transmisi), frame berikut ini tidak dapat direkonstruksi dengan benar. format video Beberapa, seperti DV , kompres setiap frame secara independen dengan menggunakan kompresi intraframe. 'Memotong' Pembuatan dalam intraframe-video terkompresi hampir semudah mengedit video tidak terkompresi - satu menemukan awal dan akhir setiap frame, dan hanya salinan-bit-bit untuk setiap frame yang satu ingin tetap, dan membuang frame satu doesn 't inginkan. Perbedaan lain antara intraframe dan kompresi interframe adalah bahwa dengan sistem intraframe, setiap frame menggunakan jumlah yang sama data. Dalam sistem interframe kebanyakan, frame tertentu (seperti " aku frame "dalam MPEG-2 ) tidak diizinkan untuk menyalin data dari frame lain, dan memerlukan lebih banyak data dari frame lain di sekitarnya.
Hal ini dimungkinkan untuk membangun sebuah editor video berbasis komputer yang spot masalah yang disebabkan ketika saya berada di luar frame diedit sementara frame lain membutuhkannya. Hal ini memungkinkan format yang lebih baru seperti HDV yang akan digunakan untuk mengedit. Namun, proses ini menuntut daya komputasi lebih banyak daripada intraframe editing video yang dikompresi dengan kualitas gambar yang sama.
Bentuk Lancar
Hari ini, hampir semua metode kompresi video yang umum digunakan (misalnya, yang dalam standar disetujui oleh ITU-T atau ISO ) menerapkan discrete cosine transform (DCT) untuk mengurangi redundansi spasial. Metode lain, seperti kompresi fraktal , pengejaran yang cocok dan penggunaan transformasi wavelet diskrit (DWT) telah menjadi subyek dari beberapa penelitian, tetapi biasanya tidak digunakan dalam produk praktis (kecuali untuk penggunaan wavelet image coding masih pemrogram sebagai tanpa kompensasi gerak). Bunga dalam kompresi fractal tampaknya berkurang, karena analisis teoritis baru-baru ini menunjukkan kurangnya perbandingan efektivitas metode tersebut.





Mengenal Video Kamera

Video adalah teknologi untuk menangkap, merekam, memproses, mentransmisikan dan menata ulang gambar bergerak. Biasanya menggunakan film seluloid, sinyal elektronik, atau media digital.

Berkaitan dengan “penglihatan dan pendengaran”

Aplikasi video pada multimedia mencakup banyak aplikasi
- Entertainment: roadcast TV, VCR/DVD recording
- Interpersonal: video telephony, video conferencing
- Interactive: windows

Digital video adalah jenis sistem video recording yang bekerja menggunakan sistem digital dibandingkan dengan analog dalam hal representasi videonya. Biasanya digital video direkam dalam tape, kemudian didistribusikan melalui optical disc, misalnya VCD dan DVD.

Salah satu alat yang dapat digunakan untuk menghasilkan video digital adalah camcorder, yang digunakan untuk merekam gambar-gambar video dan audio, sehingga sebuah camcorder akan terdiri dari camera dan recorder.

Macam-macam camcorder: miniDV, DVD camcorder, dan digital8.

clip_image002

clip_image004clip_image006

The First Camcorder, 1983 mini-DV Camcorder Sony DV Handycam

Camcorder terdiri dari 3 komponen:

Lensa : untuk mengatur banyak cahaya, zoom, dan kecepatan shutter Imager : untuk melakukan konversi cahaya ke sinyal electronic video

clip_image008

Recorder: untuk menulis sinyal video ke media penyimpanan (seperti

magnetic videotape)

Video kamera menggunakan 2 teknik
- Interlaced

o Adalah metode untuk menampilkan image/gambar dalam raster-
scanned display device seperti CRT televisi analog, yang
ditampilkan bergantian antara garis ganjil dan genap secara cepat
untuk setiap frame.

o Refresh rate yang disarankan untuk metode interlaced adalah
antara 50-80Hz.

o Interlace digunakan di sistem televisi analog:

ƒ PAL (50 fields per second, 625 lines, even field drawn first) ƒ SECAM (50 fields per second, 625 lines)

ƒ NTSC (59.94 fields per second, 525 lines, even field drawn
first)

Odd field Even field

- Progressive scan

o Adalah metode untuk menampilkan, menyimpan, dan
memancarkan gambar dimana setiap baris untuk setiap frame
digambar secara berurutan

o Biasa digunakan pada CRT monitor komputer.

Progressive Scan

clip_image010

Video digital memiliki keuntungan:
- Interaktif

Video digital disimpan dalam media penyimpanan random contohnya magnetic/optical disk. Sedangkan video analog menggunakan tempat penyimpanan sekuensial, contohnya magnetic disc/kaset video.
Video digital dapat memberikan respon waktu yang cepat dalam mengakses bagian manapun dari video.

- Mudah dalam proses edit

- Kualitas: sinyal analog dari video analog akan mengalami penurunan
kualitas secara perlahan karena adanya pengaruh kondisi atmosfer.
Sedangkan video digital kualitasnya dapat diturunkan menggunakan
teknik kompresi.

- Transmisi dan distribusi mudah karena dengan proses kompresi, maka
video digital dapat disimpan dalam CD, ditampilkan pada web, dan
ditransmisikan melalui jaringan.

Representasi sinyal video meliputi 3 aspek

Representasi Visual

Tujuan utamanya adalah agar orang yang melihat merasa berada di scene (lokasi) atau ikut berpartisipasi dalam kejadian yang ditampilkan. Oleh sebab itu, suatu gambar harus dapat menyampaikan informasi spatial dan temporal dari suatu scene.

1. Vertical Detail dan Viewing Distance

ƒ Aspek rasio adalah perbandingan lebar dan tinggi, yaitu 4:3.

ƒ Tinggi gambar digunakan untuk menentukan jarak pandang
dengan menghitung rasio viewing distance (D) dengan tinggi
gambar (H) -> D/H.

ƒ Setiap detail image pada video ditampilkan dalam pixel-pixel.

2. Horizontal Detail dan Picture Width

Lebar gambar pada TV konvensional = 4/3 x tinggi gambar

3. Total Detail Content

Resolusi vertikal = jumlah elemen pada tinggi gambar

Resolusi horizontal = jumlah elemen pada lebar gambar x aspek rasio.

clip_image012

Total pixel = pixel horizontal x pixel vertikal.

4. Perception of Depth

Dalam pandangan / penglihatan natural, kedalaman gambar tergantung pada sudut pemisah antara gambar yang diterima oleh kedua mata.
Pada layar flat, persepsi kedalaman suatu benda berdasarkan subject benda yang tampak.

5. Warna

Gambar berwarna dihasilkan dengan mencampur 3 warna primer RGB (merah, hijau, biru).

Properti warna pada sistem broadcast:
ƒ LUMINANCE

o Brightness = jumlah energi yang menstimulasi mata
grayscale (hitam/putih)

o Pada televisi warna luminance tidak diperlukan.

ƒ CHROMINANCE adalah informasi warna.

o Hue (warna) = warna yang ditangkap mata (frekuensi)

o Saturation = color strength (vividness) / intensitas warna.

Cb = komponen U dan Cr = komponen V pada sistem YUV

6. Continuity of Motion

Mata manusia melihat gambar sebagai suatu gerakan kontinyu jika gambar-gambar tersebut kecepatannya lebih besar dari 15 frame/det. Untuk video motion biasanya 30 frame/detik, sedangkan movies biasanya 24 frame/detik.

clip_image014

7. Flicker

Untuk menghindari terjadinya flicker diperlukan kecepatan minimal melakukan refresh 50 cycles/s.

Teknologi Pertelevisian

NTSC (National Television System Committee)
-525 baris, 60 Hz refresh rate.

- Digunakan di Amerika, Korea, Jepang, dan Canada. - Frame rate 30 fps

- Menggunakan format YIQ

PAL (Phase Alternating Line)

- 625 baris, 50 Hz refresh rate

- Digunakan di sebagian besar Eropa Barat. - Frame rate25 fps

- Menggunakan format YUV.

SECAM (Séquentiel couleur avec mémoire)

- Digunakan di Perancis, Rusia, dan Eropa timur

- Berdasarkan frequency modulation dengan 25 Hz refresh rate dan 625
baris.

HDTV (High Definition TV)

- Standar televisi baru dengan gambar layar lebar, lebih jernih dan suara
kualitas CD Auido.

- Aspek ratio 16:9 dibandingkan dengan sistem lain 4:3.

- Resolusi terdiri dari 1125 (1080 baris aktif) baris

Perbedaan mendasar dari standar video analog diatas:

- Jumlah garis horisontal dalam gambar video (525 atau 625)

- Apakah frame ratenya 30 atau 25 frame per detik
- Jumlah bandwidth yang digunakan.

- Apakah menggunakan sinyal AM atau FM untuk audio videonya.

 

Transmisi

Sistem broadcast menggunakan channel yang sama untuk mentransmisikan gambar berwarna maupun hitam putih.

Untuk gambar berwarna sinyal video dibagi menjadi 2 sinyal, 1 untuk luminance dan 2 untuk chrominance. Sehingga sinyal Y, Cb, Cr harus ditransmisikan bersama-sama (composite video signal)

Dalam sistem PAL, digunakan parameter U (Cb) dan V (Cr)

Y = 0.299 R + 0.587 G + 0.114 B (luminance) U = 0.492 (B - Y) (chrominance)

V = 0.877 (R - Y) (chrominance)

Dalam sistem NTSC, digunakan parameter I, singkatan dari in-phase (Cb) dan Q, singkatan dari quadrature (Cr)

Y = 0.299 R + 0.587 G + 0.114 B
I = 0.74 (R - Y) - 0.27 (B - Y)
Q = 0.48 (R - Y) + 0.41 (B - Y)

Digitalization

Dalam aplikasi multimedia sinyal video harus diubah ke dalam bentuk digital agar dapat disimpan dalam memory komputer dan dapat dilakukan pengeditan.

- Sampling rate: mencari nilai resolusi horisontal, vertikal, frame rate
untuk disample.

- Quantization: melakukan pengubahan sampling sinyal analog ke digital.
- Digitalisasi warna video: semakin banyak warna yang diwakilkan, maka
semakin baik resolusi warnanya dan ukuran kapasitasnya juga makin
besar.

Dalam sistem TV digital proses digitasi ketiga komponen warna dilakukan sebelum ditransmisikan.

ƒ proses pengeditan dan operasi lain dapat dilakukan dengan cepat ƒ dibutuhkan resolusi yang sama untuk ketiga sinyal

Beberapa jenis VGA untuk video digital:

- CGA (Color Graphics Array):

o Menampung 4 colors dengan resolusi 320 pixels x 200 pixels.

- EGA (Enhanced Graphics Array)

o Menampung 16 colors dengan resolusi 640 pixels x 350 pixels.

clip_image018

- VGA (Video Graphics Array)

o Menampung 256 colors dengan resolusi 640 pixels x 480 pixels.

- XGA (Extended Graphics Array)

o Menampung 65000 colors dengan resolusi 640 x 480
o Menampung 256 colors dengan resolusi 1024 x 768
- SVGA (Super VGA)

o Menampung 16 juta warna dengan resolusi 1024 x 768

FORMAT 4:2:2

o Digunakan pada studio TV

o Menggunakan sistem non-interlaced scanning

o Rekomendasi CCIR-601

(Committee for International Radiocommunications)

o Sampling rate : 13.5 MHz

o Resolusi

o Jumlah bit per sample sebesar 8 bit (sesuai dengan 256 interval
kuantisasi)

FORMAT 4:2:0

o Digunakan pada digital video broadcast

o Menggunakan sistem interlaced scanning

o Resolusi

Beberapa format video:

- Digital Video Compressed

o CCIR-601 untuk broadcast tv.

o MPEG-4 untuk video online

o MPEG-2 untuk DVD dan SVCD

o MPEG-1 untuk VCD

- Analog / Tapes Video

o Betacam: format untuk broadcast dengan kualitas tertinggi. o DV dan miniDV untuk camcorder

o Digital8 dibuat oleh Sony tahun 1990-an, mampu menyimpan
video selama 60-90 menit.

clip_image020

Hitachi Digital8 Camcorder

ASF (Advanced System Format)

- Dibuat oleh Microsoft sebagai standar audio/video streaming format - Bagian dari Windows Media framework

- Format ini tidak menspesifikasikan bagaimana video atau audio harus
di encode, tetapi sebagai gantinya menspesifikasikan struktur
video/audio stream. Berarti ASF dapat diencode dengan codec apapun.
- Dapat memainkan audio/video dari streaming media server, HTTP
server, maupun lokal.

- Beberapa contoh format ASF lain adalah WMA dan WMV dari Microsoft. - Dapat berisi metadata seperti layaknya ID3 pada MP3

- ASF memiliki MIME “type application/vnd.ms-asf” atau “video/x-ms-asf”. - Software : Windows Media Player

MOV (Quick Time)

- Dibuat oleh Apple

- Bersifat lintas platform.

- Banyak digunakan untuk transmisi data di Internet. - Software: QuickTime

- Memiliki beberapa track yang terdiri dari auido, video, images, dan text
sehingga masing-masing track dapat terdiri dari file-file yang terpisah.

MPEG (Motion Picture Expert Group)

- Merupakan file terkompresi lossy.

- MPEG-1 untuk format VCD dengan audio berformat MP3. - MPEG-1 terdiri dari beberapa bagian:

o Synchronization and multiplexing of video and audio.

o Compression codec for non-interlaced video signals.

o Compression codec for perceptual coding of audio signals.

ƒ MP1 or MPEG-1 Part 3 Layer 1 (MPEG-1 Audio Layer 1)

ƒ MP2 or MPEG-1 Part 3 Layer 2 (MPEG-1 Audio Layer 2)

clip_image022

ƒ MP3 or MPEG-1 Part 3 Layer 3 (MPEG-1 Audio Layer 3) o Procedures for testing conformance.

o Reference software

- MPEG-1 beresoluasi 352x240.

- MPEG-1 hanya mensupport progressive scan video.

- MPEG-2 digunakan untuk broadcast, siaran untuk direct-satelit dan
cable tv.

- MPEG-2 support interlaced format.

- MPEG-2 digunakan dalam/pada HDTV dan DVD video disc.

- MPEG-4 digunakan untuk streaming, CD distribution, videophone dan
broadcast television.

- MPEG-4 mendukung digital rights management.

DivX

- Salah satu video codec yang diciptakan oleh DivX Inc.

- Terkenal dengan ukuran filenya yang kecil karena menggunakan
MPEG4 Part 2 compression.

- Versi pertamanya yaitu versi 3.11 diberi nama “DivX ;-)”

- DivX bersifat closed source sedangkan untuk versi open sourcenya
adalah XviD yang mampu berjalan juga di Linux.

Windows Media Video (WMV)

- Codec milik Microsoft yang berbasis pada MPEG4 part 2 - Software: Windows Media Player, Mplayer, FFmpeg.

- WMV merupakan gabungan dari AVI dan WMA yang terkompres, dapat
berekstensi wmv, avi, atau asf.

Software: QuickTime, Windows Media Player, ZoomPlayer, DivXPro, RealOnPlayer, Xing Mpeg Player, PowerDVD.

Tips dan Trik Kamera Video

Tips dan Trik Kamera Video

Merawat kamera video dilakukan dengan enam langkah berikut ini :

  1. Jangan tingalkan kaset di dalam camcorder Anda saat tidak digunakan. Kaset bisa menyebabkan gesekan dan hal ini bisa mengakibatkan masalah pada proses merekam dan memutar
  1. Jangan memasukkan kaset video dalam kondisi benar-benar dingin. Pelembab dari udara yang hangat dapat membut kaset menempel pada bagian drum sehingga merusak kaset dan dapat merusak video head
  1. Jangan meninggalkan baterai di dalam camcorder saat tidak digunakan. Beberapa camera menarik energi baterai dalam jumlah kecil, namun konstan sehinga dapat menghabiskan baterai
  1. Jangan meninggalkan kaset camcorder di dalam mobil yang terkena udara panas
  1. Jangan menaruh label pada kaset camcorder dimana label ini kemungkinan berlawanan dengan pembuka pintu kaset. Hal ini dapat menyebabkan kaset menyangkut di dalam kamera
  1. Rawat handycam Anda dengan menyerahkannya pada teknisi untuk membersihkan tape head saat kotor. Perawatan semacam ini dapat membuat kamera Anda lebih tahan lama clip_image001

Yang harus diperhatikan dalam membeli kamera video adalah :

  1. Cukup nyamankan anda memegang kamera tersebut
  2. Apakah tersedia setting manual untuk fokus,aperture dan white balance
  3. Berapa besar resolusi displaynya
  4. Sebaik apakah image stabilizernya
  5. Perlengkapan apa yang tersedia
  6. Apakah diperlukan sebuah memory card untuk menyimpan foto
  7. Apakah ada input analog dan digital
  8. Apakah lensanya memiliki wide angle sejati
  9. Apakah tersedia input untuk mikrophone dan headphone
  10. Seberapa lama baterainya dapat bertahan

Bagaimana memilih Kamera Video dengan tepat perlu diperhatikan :

  1. Teknologi Image Engine diantaranya LCD,CRT,LDP dan LCOS, pilihlah LCD
  2. Resolusi SVGA,XVGA,SXGA dan UXGA, pilih resolusi yang tinggi SVGA
  3. Brightness (pencahayaan) dengan ukuran ANSI Lumens, pilih dengan ANSI Lumens yang lebih besar
  4. Koneksi mempengaruhi kualitas gambar VGA, RGB,RCA,S-Video,DVI, pilih yang paling lengkap
  5. Ukuran (besar kecil) Kamera Video, pilih ukuran yang kecil

Teknik Pengambilan Gambar

Macam sudut pengambilan gambar adalah :

  1. Normal Angle
  2. Hight Camera Angle
  3. Low Camera Angle
  4. Bird Eye View
  5. Subjective Camera Angle
  6. Objective Camera Angle

image

Macam bidang pandangan pada saat perekaman gambar adalah :

  1. ELS ( Extreme Long Shot)
    Shot sangat jauh, menyajikan bidang pandangan yang sangat luas, kamera mengambil keseluruhan pandangan. Obyek utama dan obyek lainnya nampak sangat kecil dalam hubungannya dengan latar belakang
  2. LS (Long Shot)
    Shot sangat jauh, menyajikan bidang pandangan yang lebih dekat dibandingkan dengan ELS, obyek masih didominasi oleh latar belakang yang lebih luas
  3. MLS (Medium Long Shot)
    Shot yang menyajikan bidang pandangan yang lebih dekat dari pada long shot, obyek manusia biasanya ditampilkan dari atas lutut sampai di atas kepala
  4. MS (Medium Shot)
    Di sini obyek menjadi lebih besar dan dominan, obyek manusia ditampakkan dari atas pinggang sampai di atas kepala. Latar belakang masih nampak sebanding dengan obyek utama
  5. MCU (Medium Close Up)
    Shot amat dekat, obyek diperlihatkan dari bagian dada sampai atas kepala. MCU ini yang paling sering dipergunakan dalam televisi
  6. CU (Close UP)
    Shot dekat, obyek menjadi titik perhatian utama di dalam shot ini, latar belakang nampak sedikit sekali. Untuk obyek manusia biasanya ditampilkan wajah dari bahu sampai di atas kepala
  7. BCU ( Big Close Up)
    Shot yang menampilkan bagian tertentu dari tubuh manusia. Obyek mengisi seluruh layar dan jelas sekali detilnya
  8. ECU ( Extreme Close Up)
    Shot yang menampilkan bagian tertentu dari tubuh manusia. Obyek mengisi seluruh layar dan lebih jelas sangat detilnya.

Gerakan kamera yang dapat dilakukan dalam pengambilan gambar adalah :

  1. Pan, Panning adalah gerakan kamera secara horizontal (mendatar) dari kiri ke kanan atau sebaliknya
    Pan right (kamera bergerak memutar ke kanan)
    Pan left (kamera bergerak memutar ke kiri)
  2. Tilt, Tilting adalah gerakan kamera secara vertical,mendongak dari bawah ke atas atau sebaliknya
    Tilt up : mendongak ke atas
    Tilt down : mendongak ke bawah
  3. Dolly, Track adalah gerakan di atas tripot atau dolly mendekati atau menjauhi subyek
    Dolly in : mendekati subyek
    Dolly out : menjauhi subyek
  4. Pedestal adalah gerakan kamera di atas pedestal yang bisa dinaik turunkan. Sekarang ini banyak digunakan Porta-Jip Traveller.
    Pedestal up : kamera dinaikan
    Pedestal down : kamera diturunkan
  5. Crab adalah gerakan kamera secara lateral atau menyamping, berjalan sejajar dengan subyek yang sedang berjalan.
    Crab left (bergerak ke kiri)
    Crab right ( bergerak ke kanan)
  6. Arc adalah gerakan kamera memutar mengitari obyek dari kiri ke kanan atau sebaliknya
  7. Zoom adalah gerakan lensa zoom mendekati atau menjauhi obyek secara optic, dengan mengubah panjang focal lensa dari sudut pandang sempit ke sudut pandang lebar atau sebaliknya
    Zoom in : mendekatkan obyek dari long shot ke close up

    Zoom out : menjauhkan obyek dari close up ke long shot

Cara Membuat Teks Karaoke Menggunakan Adobe Premiere Pro

Banyak orang yang belum tahu cara membuat teks karaoke yang banyak terdapat di VCD2 Music Original atau acara TV, ada yang bilang harus memakai software khusus atau apalah lainnya. Ternyata, dengan Software video editing semacam Adobe Premiere Pro kita bisa bikin teks karaoke dengan mudah dan semau hati kita.

Saya akan mencoba untuk memberitahukan caranya walaupun hanya sedikit:

Hal pertama yang harus dikuasai adalah anda harus benar benar

bisa menggunakan Adobe Premiere Pro tersebut berikut fungsi tool2 nya. Kalau sudah kita ke tahap berikutnya

Pilih menu Sequence -> Add Track

clip_image002

Buat minimal 2 track video lagi dari defaultnya (jadi ada 5 track video pada timeline)

Setelah memasukkan video yang akan kita beri teks ke timeline, buat Title baru dengan menekan F9, pilih Font Arial (atau yang lain, terserah selera anda), dg size 30, fill color putih, tambahkan outer stroke dengan nilai 40, dan fill colornya hitam.

clip_image004

Simpan file dengan nama “text atas 1.prtl”

Kemudian ganti fill color text menjadi biru dan fill color outer stroke dengan putih

clip_image006

Pilih menu File -> Save As -> beri nama file dengan “text atas 2.prtl”

Buat Title baru seperti diatas dengan posisi dibawah text yang pertama, dan beri nama filenya dengan “text bawah 1.prtl” (untuk yang warna putih)

dan ”text bawah 2.prtl” (untuk yang warna biru)

clip_image008

Atur letak title seperti gambar berikut:

- Pilih TabMenu Effect -> video effect -> transform -> crop

- Pada effect control pindahkan slide timeline ke awal text.

clip_image010

8. Geser effect right kekanan sampai warna biru hilang sampai awal text.

9. Klik tombol tonggel animation (gambar stopwatch)

10. Geser slide kontrol text ke kiri sampai suara akhir bait lagu pertama.

clip_image012

Klik play untuk melihat hasilnya.

Untuk text selanjutnya anda bisa mengulangi cara-cara diatas.

Sinopsis dalam Film

Dalam praktek, sinopsis ini diperlukan untuk memberikan gambaran secara ringkas dan padat tentang tema atau pokok materi yang akan digarap. Tujuan utamanya adalah mempermudah pemesan menangkap konsepnya, mempertimbangkan kesesuaian gagasan dengan tujuan yang ingin di capai dan menentukan persetujuannya.

 clip_image001

Dalam istilah yang lebih sederhana sinopsis dapat diartikan sebagai ringkasan cerita. Konsep sinopsis juga sering digunakan untuk kegiatan seni yang lain, misalnya dongeng, cerita bersambung, komik, pementasan teater, novel, media audio, media slide dan sebagainya. Pada dasarnya konsep sinopsis untuk film/video hampir sama dengan istilah siposis untuk yang lainnya. Dalam penulisannya, tidak diuraikan dengan kalimat yang panjang tetapi cukup beberapa kalimat saja, namun tercakup didalamnya :
tema, even dan alur yang dikemas dengan kalimat yang sederhana dan mudah di pahami.

Contoh Sinopsis.

Contoh-1

"Episode menggambarkan suatu kecelakaan kapal 'Impian'. Dua orang, seorang kakek dan cucu gadisnya, berhasil menyelamatkan diri ke pantai pulau karang".

( Film : “Terdampar di Pulau Karang".)

Contoh-2

“Visualisasi video ini memperlihatkan proses pembuatan patung realistik (patung kepala manusia) dengan teknik cetak ulang atau cor bagan semen. Dimulai dengan pengenalan alat dan bahan, desain, pembuatan model, pembuatan cetakan, pengecoran, penyempurnaan dan penyelesaiaan akhir.

(film pembelajaran Judul : Patung realistik Dengan Bahan Semen)

Contoh-3

Film ini menggambarkan perjuangan seorang lelaki muda yang berusaha bertahan hidup dan berusaha keluar dari sebuah pulau terpencil akibat kecelakaan pesawat terbang, hingga akhirnya dia selamat.
(film Layar Lebar “Case Away”).

Penulisan Naskah Film dan Video

Penulisan naskah secara teoritis merupakan komponen dari pengembangan media atau secara lebih praktis merupakan bagian dari serangkaian kegiatan produksi media melalui tahap-tahap perencanaan dan desain pengembangan, serta evaluasi.

Seperti halnya penulisan pada umumnya, penulisan untuk naskah film maupun video ini juga dimulai dengan identifikasi topik atau gagasan. Dalam pengembangan instruksional, topik maupun gagasan ini dirumuskan dalam tujuan khusus kegiatan instruksional atau pembelajaran. Konsep gagasan, topik, maupun tujuan yang khusus ini kemudian dikembangkan menjadi naskah dan diproduksi menjadi program film atau video.

Dalam praktek, rangkaian kegiatan untuk mewujudkan gagasan menjadi program film atau video ini secara bertahap dilakukan melalui pembuatan sinopsis, treatment, storyboard atau perangkat gambar ceritera, skrip atau naskah program dan skenario atau naskah produksi. Naskah merupakan persyaratan yang harus ada untuk suatu program yang terkontrol isi dan bentuk sajiannya (bandingkan dengan program 'live' yang diambil begitu saja apa adanya meskipun dapat direka rambu-rambu pengendaliannya).

Bagi pembuat film dokumenter tentang alam atau kehidupan binatang seperti yang sering kita lihat pada Discovery Chanel, perencanaan produksi berupa naskah terkadang tidak perlu dibuat dari awal, namun sering terjadi naskah dibuat setelah stock shoot diperoleh. Tidak demikian halnya untuk pembuatan program video pembelajaran dan program film pada khususnya.

Dalam pembuatan film dan video pembelajaran posisi naskah sangat diperlukan seperti pentingnya perencanaan mengajar (baca : satpel) dalam kegiatan KBM. Artinya film pendidikan mengandung misi pendidikan dan pembelajaran yang harus diukur tingkat keberhasilannya, oleh sebab itu naskah mutlak diperlukan, disamping tahapan-tahapan lain dalam keseluruhan kegiatan produksi video

Secara garis besar, terdapat tiga kegiatan utama dalam memproduksi program video yaitu tahap pra produksi, produksi dan pasca produksi. Pra produksi adalah kegiatan-kegiatan awal sebelum kegiatan inti berupa pengambilan gambar dimulai. Meski demikian kegiatan pra produksi cukup penting untuk dilakukan, sebab produk dari kegiatan pra produksi ini akan menghasilkan naskah yang siap di produksi sebagai pedoman untuk semua pihak, yaitu pemain, sutradara, editor, kameramen, pencatat adegan produser dan kru lainnya yang terlibat dalam pembuatan film.

clip_image006clip_image008

Gambar Tahap Kegiatan Produksi

Dalam Pra produksi, sebelum kegiatan penulisan naskah, dilakukan terlebih dulu identifikasi program. Identifikasi program juga merupakan kelanjutan dari beberapa analisa yang dilakukan terhadap kegiatan produksi video yaitu : identifikasi kebutuhan, materi, situasi, penuangan gagasan dll. Isi dari Identifikasi program meliputi :

  1. Judul Program: berisi tentang judul/tema program yang dirumuskan dengan kalimat yang singkat, padat, menarik.
  2. Tujuan / Kompetensi : Dirumuskan dengan jelas, Pada rumusan tujuan  ini perlu dituliskan tujuan umum yang ingin dicapai oleh sasaran setelah mengikuti program ini..
  3. Pokok Bahasan : Penulisan pokok bahasan dilakukan terutama program video yang dibuat berupa video pembelajaran (instructional video/film) yang secara langsung mengacu pada kurikulum yang sudah ada. Jika video yang dibuat adalah film pendidikan, penulisan pokok bahasan dapat dituliskan atau tidak.
  4. Sub Pokok Bahasan :Penulisan sub pokok bahasan ini juga dilakukan terutama program video yang dibuat berupa video pembelajaran (instructional video/film) yang secara langsung mengacu pada kurikulum yang sudah ada,.
  5. Sasaran : sasaran adalah “Target Audience” yang menjadi sasaran utama program ini. Dalam penulisannya mesti dituliskan secara jelas untuk siapa, misalnya untuk siswa SLTP, atau untuk Siswa Sekolah Dasar atau untuk umum.
  6. Tujuan Khusus/Indikator : Apabila program video yang dibuat diambil dari kurikulum maka tujuan atau indikator yang diharapkan perlu dituliskan secara jelas.

Dalam tulisan ini tidak akan diuraikan secara lengkap tahap produksi dan pasca produksi, tetapi lebih terfokus pada kegiatan pra-produksi.

Secara terminologi istilah naskah sama artinya dengan skript dan skenario sama dengan shooting skript.

Sejarah Monitor Video

Paparan komputer peribadi yang terawal merupakan Monitor monokrom yang digunakan untuk pemproses kata dan sistem komputer berdasarkan teks pada dekade 1970-an. Pada tahun 1981, IBM memperkenalkan sistem paparan Penyesuai Grafik Warna (CGA). Sistem paparan ini berupaya memberikan empat warna, dan mempunyai peleraian maksimum 320 piksels datar dan 200 piksel tegak. Walaupun CGA mencukupi untuk kegunaan permainan komputer yang mudah seperti permainan solitaire dan permainan dam, ia tidak mencukupi untuk pemprosesan kata, penerbitan atas meja ataupun penggunaan grafik yang canggih.

Pada tahun 1984, IBM memperkenalkan sistem paparan Penyesuai Grafik Tertingkat (EGA) yang dapat memberikan sehingga 16 warna yang berlainan dan peleraian sehingga 640 x 350. Ini memperbaiki kelihatannya berbanding paparan yang lebih awal, dan memungkinan pembacaan teks dengan mudah. Bagaimanapun, EGA tidak memberikan peleraian imej yang mencukupi untuk kegunaan-kegunaan tahap tinggi seperti reka bentuk grafik dan penerbitan atas meja. Mod ini kini sudah usang, walaupun ia kekadang masih boleh didapati di pemprosesan lama dan komputer peribadi di rumah kediaman.

Pada tahun 1987, IBM memperkenalkan sistem paparan Tatasusunan Grafik Video (VGA). Kini, ini telah merupakan piawai minimum yang dapat diterima untuk komputer peribadi. Peleraian maksimum tergantung kepada bilangan warna yang dipaparkan. Pengguna boleh memilih antara enam belas warna pada 640 x 480, ataupun 256 warna pada 320 x 200.

Pada tahun 1990, IBM memperkenalkan sistem paparan Tatasusunan Grafik Terluas (XGA) sebagai waris untuk paparan 8514/A. Versi yang berikut, iaitu XGS-2, memberikan peleraian 800 x 600 piksel dalam warna yang benar (16 juta warna) dan peleraian 1024 x 768 dalam 65,536 warna. Kedua-dua tahap peleraian imej ini mungkin merupakan jenis yang terpopular di kalangan individu dan perniagaan kecil pada hari ini.

Persatuan Piawai-Piawai Elektronik Video (VESA) telah mengasaskan antara muka pengaturcaraan piawai untuk paparan Tatasusunan Grafik Video Super (SVGA) yang digelarkan Sambungan BIOS VESA ("VESA BIOS Extension"). Lazimnya, paparan SVGA dapat mendukung palet sehingga 16 juta warna, tergantung kepada jumlah ingatan video yang tersedia dalam sesuatu komputer yang akan menghadkan bilangan warna yang dapat dipaparkan. Spesifikasi peleraian imej berbeza-beza. Pada umumnya, lebih besar skrin Monitor SVGA, lebih banyak piksel dapat dipaparkan secara datar dan tegak.

Tahap perkembangan monitor computer yang digunakan saat ini sebenarnya terbagi dua fase. Fase pertama pada tahun 1855 ditandai dengan penemuan tabung sinar katoda oleh ilmuwan dari Jerman, Heinrich Geißler. Ia merupakan bapak dari monitor tabung. Lalu, 33 tahun kemudian, ahli kimia asal Austria, Friedrich Reinitzer, meletakkan dasar pengembangan teknologi LCD dengan menemukan kristal cairan. Teknologi tabung sejak awalnya memang dikembangkan untuk merealisasikan monitor. Namun, Kristal cairan masih menjadi fenomena kimiawi selama 80 tahun berikutnya. Saat itu, tampilan atau frame rate pun belum terpikirkan.

Selama ini, banyak yang menganggap bahwa Karl Ferdinand Braun sebagai penemu tabung sinar katoda. Sebenarnya, ia merupakan pembuat aplikasi pertama untuk tabung, yaitu osiloskop pada tahun 1897. Perangkat inilah yang menjadi basis pengembangan perangkat lain, seperti televisi atau layar radar. Pada tahun yang sama, Joseph John Thomson menemukan elektron, yang mempercepat pengembangan teknik tabung.

Monitor CRT pertama (Cathode Ray Tube) dikembangkan untuk menerima siaran televisi. Milestone-nya adalah tabung televise pertama dari Wladimir Kosma Zworykin(1929), full electronic frame rate dari Manfred von Ardenne (1930), dan pengembangan tabung sinar katoda pertama yang dapat direproduksi oleh Allen B. Du Mont (1931).

Pada generasi awal komputer, belum menggunakan monitor khusus seperti sekarang ini. Komputer waktu itu terhubung dengan TV keluarga sebagai layar penampil dari pengolahan data yang dilakukannya. Yang cukup menjadi masalah adalah bahwa resolusi monitor TV saat itu hanya mampu menampilkan 40 karakter secara horisontal pada layar.

Monitor khusus untuk komputer dikeluarkan oleh IBM PC, yang pada awalnya memiliki resolusi 80 X 25 dengan kemampuan warna “green monochrome”. Monitor ini sudah mampu menampilkan hasil yang lebih terang, jelas dan lebih stabil.

Pada generasi berikutnya muncul mono graphics (MGA/MDA) yang memiliki 720x350. Selanjutnya di awal tahun 1980-an muncul jenis monitor CGA dengan range resolusi dari 160x200 sampai 640x200 dan kemampuan warna antara 2 sampai 16 warna. Monitor EGA muncul dengan resolusi yang lebih bagus yaitu 640x350. Monitor jenis ini cukup stabil sampai berikutnya munculnya generasi komputer Windows.

Semua jenis monitor ini menggunakan digital video - TTL signals dengan discrete number yang spesifik untuk mengatur warna dan intensitas cahaya. Antara video adapter dan monitor memiliki 2, 4, 16, atau 64 warna tergantung standard grafik yang dimiliki.

Selanjutnya dengan diperkenalkannya standard monitor VGA, tampilan grafis dari sebuah Personal Computer menjadi nyata. VGA dan generasi-generasi yang berhasil sesudahnya seperti PGA, XGA, atau SVGA merupakan standard analog video dengan sinyal R (Red), G (Green) dan B (Blue) dengan continuous voltage dan continuous range pada pewarnaan. Secara prinsip analog monitor memungkinkan penggunaan full color dengan intensitas yang tinggi.

Generasi monitor terbaru adalah teknologi LCD yang tidak lagi menggunakan tabung elektron CRT tetapi menggunakan sejenis kristal liquid yang dapat berpendar. Teknologi ini menghasilkan monitor yang dikenal dengan nama Flat Panel Display dengan layar berbentuk pipih, dan kemampuan resolusi yang tinggi.

Dengan perkembangannya yang sangat pesat, saat ini terdapat empt jenis teknologi monitor. Keempat golongan teknologi tersebut adalah CRT (Cathode Ray Tube), Liquid Crystal Display (LCD), Plasma gas dan OLED (organic Lighting Emitter Diode).

A. CRT

Pada tahun 1897 Karl Ferdinand Braun, seorang ilmuwan Jerman yang membuat televisi (TV) tabung (cathode ray tube/CRT). clip_image001

Sebuah monitor CRT mengandung jutaan kecil merah, hijau, dan biru fosfor titik-titik yang bercahaya ketika diserang oleh suatu berkas elektron yang bergerak di layar untuk membuat gambar yang jelas. Gambar di bawah menunjukkan bagaimana ini bekerja di dalam sebuah CRT.

clip_image003

Dalam tabung sinar katoda, yang "katoda" adalah filamen dipanaskan. Filamen yang dipanaskan dalam menciptakan ruang hampa di dalam sebuah gelas "tabung." The "sinar" adalah sebuah aliran elektron yang dihasilkan oleh senapan elektron yang secara alamiah tuangkan dari katoda yang dipanaskan ke dalam vakum. Elektron negatif. Anoda adalah positif, sehingga menarik elektron mengalir dari katoda. Layar ini dilapisi dengan fosfor, bahan organik yang terpancar ketika dikejutkan oleh berkas elektron.

Ada tiga cara untuk menyaring berkas elektron untuk mendapatkan gambar yang benar pada layar monitor: bayangan masker, aperture grill dan slot masker. Teknologi ini juga berpengaruh ketajaman layar monitor. Mari kita lihat lebih dekat sekarang ini....

Prinsip kerja monitor konvensional, monitor CRT (Cathode Ray Tube), sama dengan prinsip kerja televisi yang berbasis CRT. Elektron ditembakkan dari belakang tabung gambar menuju bagian dalam tabung yang dilapis elemen yang terbuat dari bagian yang memiliki kemampuan untuk memendarkan cahaya. Sinar elektron tersebut melewati serangkaian magnet kuat yang membelok-belokkan sinar menuju bagian-bagian tertentu dari tabung bagian dalam.

Begitu sinar tersebut sampai ke bagian kaca tabung TV atau monitor, dia akan menyinari lapisan berpendar, menyebabkan tempat-tempat tertentu untuk berpendar secara temporer.

Setiap tempat tertentu mewakili pixel tertentu. Dengan mengontrol tegangan dari sinar tersebut, terciptalah teknologi yang mampu mengatur pixel-pixel tersebut untuk berpendar dengan intensitas cahaya tertentu. Dari pixel-pixel tersebut, dapat dibentuklah gambar.

Teorinya, untuk membentuk sebuah gambar, sinar tadi menyapu sebuah garis horizontal dari kiri ke kanan, menyebabkan pixel-pixel tadi berpendar dengan intensitas cahaya sesuai dengan tegangan yang telah diatur. Proses tersebut terjadi pada semua garis horizontal yang ada pada pixel layar, dan ketika telah sampai ujung, sinar tersebut akan mati sementara untuk mengulang proses yang sama untuk menghasilkan gambar yang berbeda. Makanya Belia dapat nonton objek yang seolah-olah bergerak di layar televisi atawa monitor.

Pada masa awal-awal kelahira nteknologi televisi, para ilmuwan yang merancang televisi dan tabung gambar menemui hambatan teknis. Seperti yang Belia tahu, TV zaman baheula belumlah sekeren dan secanggih sekarang, eh maksudnya belum mampu menampilkan detail gambar seperti sekarang.

Dulu, lapisan yang berpendar dalam tabung gambar kualitasnya nggak sebaik sekarang. Jadi kualitas pixel yang dihasilkan juga tidak seoptimal sekarang. Kini, seiring dengan perkembangan teknologi komputer yang membutuhkan kualitas TV dan monitor tabung yang lebih baik, untungnya kualitas lapisan berpendar dalam tabung monitor telah lebih baik.

Hasilnya diperoleh tabung gambar yang mampu menghasilkan gambar dengan resolusi yang lebih tinggi. Wajar aja, soalnya komputer banyak berurusan dengan text, dan itu membutuhkan detil gambar yang tinggi.

Sayangnya, teknologi monitor dengan tabung CRT ini ditengarai memiliki banyak pengaruh buruk bagi kesehatan penggunanya. Sejumlah riset mengindikasikan bahwa ekspos berlebihan monitor pada mata dapat menyebabkan penurunan kualitas penglihatan. Hal ini disebabkan oleh radiasi sinar elektron pada tabung gambar monitor atau televisi tabung.

a. Kelebihan Monitor CRT

Ø Harganya lebih murah dibandingkan monitor LCD

Ø Kualitas gambar yang lebih tajam dan cerah dibandingkan monitor LCD

Ø Mampu menghasilkan resolusi gambar yang lebih tinggi dibandingkan dengan monitor LCD

Ø Memiliki sudut viewable lebih baik dibandingkan monitor LCD

b. Kekurangan Monitor CRT

Ø Menimbulkan efek radiasi yang bisa mengganggu kesehatan.

Ø Dimensinya menyita ruangan yang cukup besar. Apalagi bila ukurannya makin besar

Ø Menimbulkan efek kedip (flicker) yang mengganggu mata

Ø Butuh konsumsi listrik yang lebih tinggi dibandingkan LCD

Ø Sinyal gambar analog

Ø Area layarnya tidak optimum karena harus dialokaskan untuk bezel/frame

Ø Bentuknya kurang sedap dilihat dibandingkan dengan monitor LCD.

B. LCD

clip_image005Teknologi LCD sebetulnya bukan barang baru. LCD pertama kali diujicoba di laboratorium perusahaan elektronik RCA di Amerika Serikat, oleh George Heilmeier pada tahun 1968. Dia mengujicoba LCD berbasis dynamic scattering mode (DSM). Setahun kemudian, perusahaan milik Heilmeier yakni Optel lantas memproduksi LCD.

LCD biasa digunakan untuk men-display audio visual. LCD ini melakukan kontrol elektrik pada cahaya dengan mempolarisasi kristal cair yang ada pada sel-sel media yang mengaplikasikan LCD itu. Polarisasi tersebut dilakukan setelah ada kontak elektrik pada cairan-cairan yang ada pada sel-sel di TV.

LCD sekarang ini diaplikasikan tidak hanya di TV tetapi juga di beberapa peranti misalnya, ponsel dan kamera digital. Pengaplikasian LCD itu dengan melakukan mode reflektif dan transmissive. Metode reflektif itu biasanya yang biasa ada pada arloji dan kalkulator, display LCD pada barang-barang ini tidak membutuhkan daya konsumsi energi tinggi sehingga tidak memboroskan baterai. Sementara yang menggunakan transmissive butuh daya banyak, contoh dari pengaplikasian ini adalah pada telepon seluler (ponsel).

Dalam layar LCD, warna terbagi dalam tiga warna utama yakni dalam filter merah, hijau dan biru. Pendeskripsian warna berikutnya tergantung pada pembacaan alat pen-display LCD itu dengan brightnesses yang dipunyainya. Komponen warna, berikutnya akan diatur dalam cara yang berbeda tergantung jumlah pixelnya. Karenanya terkadang kita dihadapkan pada resolusi pixel misalnya 640 x 480 dan sebagainya. Semakin besar resolusi pixelnya, semakin kaya warna.

Pada dasarnya prinsip kerja LCD adalah dengan memancarkan sinar yang terang ke panel 3 LCD. Panel LCD inilah yang kemudian menampilkan gambar/image bergerak dan memproyeksikan gambar melalui lensa pembesar ke kaca yang dapat merefleksikan gambar tersebut di layar televisi.

Sistem tiga LCD juga memiliki kemampuan mengolah gambar yang lebih baik, sehingga menghasilkan gambar yang lebih baik pula. Sinyal-sinyal gambar/image yang ditangkap LCD, dengan kaca diacroic pilahkan citra atau gambar warna merah, biru hijau (RGB). Warna yang terpisah ini kemudian disatukan kembali oleh prisma dan kemudian dipantulkan ke kaca untuk selanjutnya bisa dinikmati di layar televisi.

clip_image006

Untuk resolusi warna media yang lebih besar, seperti untuk monitor komputer dan televisi, sistem yang digunakan adalah active-matrix LCD. Pada bidang ini, panel LCD disamping mempolarisasikan kristal cair juga matrix dari thin film transistor (TFT). Sistem ini akan menghasilkan gambar lebih tajam dan terang. Panel LCD pada TV ini biasanya memiliki transistor defective yang bisa memberikan efek gelap dan terang pada pixel.

Nematic liquid crystal

Jenis kristal cair yang digunakan dalam pengembangan teknologi LCD adalah tipe nematic (molekulnya memiliki pola tertentu dengan arah tertentu). Tipe yang paling sederhana adalah twisted nematic (TN) yang memiliki struktur molekul yang terpilin secara alamiah (dikembangkan pada tahun 1967). Struktur TN terpilin secara alamiah 90. Struktur TN ini dapat dilepas pilinannya (untwist) dengan menggunakan arus listrik.

Pada gambar 2, kristal cair TN (D) diletakkan di antara dua elektroda (C dan E) yang dibungkus lagi (seperti sandwich) dengan dua panel gelas (B dan F) yang sisi luarnya dilumuri lapisan tipis polarizing film. Lapisan A merupakan cermin yang dapat memantulkan cahaya yang berhasil menembus lapisan-lapisan sandwich LCD. Kedua elektroda dihubungkan dengan baterai sebagai sumber arus. Panel B memiliki polarisasi yang berbeda 90 dari panel F.

Begini cara kerja sandwich ajaib ini. Cahaya masuk melewati panel F sehingga terpolarisasi. Saat tidak ada arus listrik, cahaya lewat begitu saja menembus semua lapisan, mengikuti arah pilinan molekul- molekul TN (90), sampai memantul di cermin A dan keluar kembali. Akan tetapi, ketika elektroda C dan E (elektroda kecil berbentuk segi empat yang dipasang di lapisan gelas) mendapatkan arus, kristal cair D yang sangat sensitif terhadap arus listrik tidak lagi terpilin sehingga cahaya terus menuju panel B dengan polarisasi sesuai panel F. Panel B yang memiliki polarisasi yang berbeda 90 dari panel F menghalangi cahaya untuk menembus terus. Dikarenakan cahaya tidak dapat lewat, pada layar terlihat bayangan gelap berbentuk segi empat kecil yang ukurannya sama dengan elektroda E (berarti pada bagian tersebut cahaya tidak dipantulkan oleh cermin A).

Sifat unik yang dapat langsung bereaksi dengan adanya arus listrik ini dimanfaatkan sebagai alat ON/OFF LCD. Namun, sistem ini masih membutuhkan sumber cahaya dari luar. Komputer dan laptop biasanya dilengkapi dengan lampu fluorescent yang diletakkan di atas, samping, dan belakang sandwich LCD supaya dapat menyebarkan cahaya (backlight) sehingga merata dan menghasilkan tampilan yang seragam di seluruh bagian layar.

Mudah bukan? Akan tetapi, tunggu dulu, perancangan dan pembuatan LCD tidak semudah konsepnya. Masalah pertama disebabkan oleh tidak ada satu pun senyawa TN yang sudah ditemukan yang dapat memberikan karakteristik paling ideal. Wah, ini berarti kristal cair yang digunakan harus merupakan campuran berbagai senyawa TN. Untuk mencampur senyawa-senyawa ini, diperlukan percobaan untuk menentukan formulasi terbaik, dan hal ini bukan hal mudah. Kadang-kadang dibutuhkan sampai 20 macam senyawa TN untuk mendapatkan karakteristik yang diinginkan. Bayangkan, mencampur dua macam senyawa saja sudah sangat sulit karena karakteristik masing-masing (misalnya rentang suhu) saling memengaruhi. Belum lagi penentuan titik leleh campuran yang terbentuk. Selain itu, kristal cair TN yang terpilin sebesar 90 membutuhkan beda potensial sebesar 100 persen untuk mencapai posisi untwist (posisi ON). Wow!!! Besar sekali! Dan, sangat tidak efisien! Lalu, bagaimana jalan keluarnya?

Super-twisted nematic dan thin-film transistor

Pada tahun 1980, Colin Waters (Inggris) memberikan solusi bagi masalah ini. Ia bersama Peter Raynes menemukan bahwa semakin besar derajat pilinan, beda potensial yang dibutuhkan semakin kecil. Pilinan yang menunjukkan beda potensial paling kecil adalah 270. Penemuan ini menjadi dasar dikembangkannya super-twisted nematic (STN) yang sampai sekarang digunakan pada telepon seluler sampai layar laptop.

Pada waktu yang hampir bersamaan pula, Peter Le Comber dan Walter Spear (juga dari Inggris) menemukan solusi lain dengan cara menggunakan bahan semikonduktor silikon amorf untuk membuat thin-film transistor (TFT) pada tiap pixel TN. Metode ini menghasilkan tampilan dengan kualitas tinggi, tetapi memerlukan biaya produksi yang sangat mahal dan melibatkan proses pembuatan yang rumit. Tentu saja rumit! Karena, untuk menghasilkan gambar dengan kualitas 256 subpixel, diperlukan sejumlah 256 pixel warna merah x 256 pixel biru x 256 pixel hijau. Tunggu sebentar! 256 x 256 x 256 = 16.8 juta. 16.8 juta transistor super mini harus dibuat dan dilekatkan ke lapisan TN? Rumit dan melelahkan! Tentu saja biayanya menjadi sangat mahal!

Akan tetapi, seiring dengan semakin majunya teknologi, biaya pembuatan TFT sedikit demi sedikit bisa ditekan karena ada penyederhanaan proses pembuatannya. Namun, STN pun tidak mau kalah saingan! Kualitas tampilan STN semakin lama pun semakin baik sehingga keduanya terus bersaing ketat dan mendominasi pasar.

Perkembangan teknologi LCD semakin pesat dalam dekade terakhir. Kepopuleran LCD terutama karena kualitas gambar yang baik, konsumsi energi yang kecil, serta kekuatan materi kristal cair yang tidak pernah mengalami degradasi. Penelitian lanjut terus dikembangkan untuk mencapai target yang sangat bervariasi, mulai dari usaha memproduksi LCD untuk ukuran layar yang semakin besar sampai kemungkinan alternatif komponen dengan bahan plastik yang lebih ringan. Sasaran utama yang paling dikejar sebagian besar produsen adalah LCD yang tidak lagi menggunakan backlight.

a. Kelebihan Monitor LCD

Ø Konsumsi listrik rendah

Ø Tidak menghasilkan radiasi elektromagnet yang mengganggu kesehatan

Ø Tidak menimbulkan efek kedipan (flicker free)

Ø Area layarnya optimum karena tidak termakan untuk bezel/frame

Ø Dimensinya tidak akan menyita ruangan terlalu besar dan ringan untuk dijinjing

Ø Bentuknya stylish dan enak dilihat

Ø Sinyal gambar digital

b. Kekurangan Monitor LCD

Ø Harganya lebih mahal dibandingkan dengan monitor CRT

Ø Kualitas gambar yang dihasilkan belum sebaik monitor CRT

Ø Resolusi gambar yang dihasilkan lebih rendah dibandingkan monitor CRT

Ø Sudut viewable-nya terbatas. Begitu kita mengeset sudut pandang, gambar terlihat akan berubah di mata kita.

C. OLED

Informasi warna TV OLED diproduksi menggunakan campuran carbon-based organik, yang memancarkan [cahaya/ ringan] merah, biru dan hijau sebagai jawaban atas arus elektrik. OLED Beda paling dari LCD di (dalam) yang tidak ada backlight dan tidak (ada) “ menjadi bengkok” kristal. Tidak ada sumber [cahaya/ ringan] tambahan yang diperlukan untuk memberi tenaga campuran warna yang organik, oleh karena itu mereka menggunakan dengan sangat lebih sedikit [kuasa/ tenaga] dan dapat dihasilkan dengan suatu profil [yang] tipis/encer. panel TV OLED datang dengan baik dua maupun tiga lapisan yang campuran yang organik ditempatkan; terletak satu lapisan [yang] tipis/encer hebat “ gelas/kaca”. Panel didukung oleh suatu [sulit/keras] plexiglass yang material juga melindungi material bagian dalam yang sensitip. Ingat CRT ( tabung sinar katode) TEVE? Pajangan OLED menggunakan suatu lapisan katode untuk memperkenalkan elktron kepada lapisan dasar [dari;ttg] molekul organik. Apakah di/tersebar ke seberang suatu flat-panel menyaring atau yang ditempatkan jantungnya suatu proyektor, semua LCD pajangan datang dari latar belakang teknologi yang sama. Suatu acuan/matriks thin-film transistor ( TFTS) voltase persediaan ke sel liquid-crystal-filled menyisipkan dua lembar;seprai gelas/kaca. Ketika dipukul dengan suatu [beban/ tugas] elektrik, kristal menguraikan [bagi/kepada] suatu derajat tingkat tepat untuk menyaring cahaya putih yang dihasilkan oleh suatu lampu di belakang layar ( untuk/karena flat-panel TEVE) atau sese]orang memproyeksikan melalui suatu LCD chip kecil ( untuk/karena TEVE proyeksi). LCD TEVE reproduksi warna melalui suatu proses pengurangan: Mereka membuat perencanaan panjang gelombang warna tertentu dari spektrum cahaya putih sampai mereka (ada)lah meninggalkan dengan warna sekedar kebenaran. Dan, adalah kuat cahaya diijinkan untuk menerobos acuan/matriks hablur cair ini yang memungkinkan LCD televisi untuk memajang gambaran chock-full colors-or gradasinya.

Sumber :

http://www.pccomputernotes.com/monitors/monitors2.htm

http://www.oledbuyingguide.com/oled-tv-articles/oled-tv-vs-lcd-tv.html

http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20081205235131AAqIAsZ

http://elan-listonugroho.blogspot.com/2007/09/proyektor-digital.html

http://computer.howstuffworks.com/monitor7.htm

http://firmankaka.blogspot.com/2007/09/sejarah-monitor.html

http://archive.kaskus.us/thread/2439955

http://andhikaprayogo.web.ugm.ac.id/?page=berita&pagekode=1&bid=4

http://digilib.icttemanggung.org/download.php?sess=0&parent=169&expand=0&order=name&curview=0&binary=1&id=384

http://en.wikipedia.org/wiki/Organic_LED

Macam-Macam Kamera Video

Macam-macam video dilihat dari fungsinya dapat dibedakan menjadi :

  1. Camera Standar Broadcast
  2. Camera Semi Broadcast
  3. Camera Home Use
  4. Camera handy Cam

clip_image002

Pembagian berdasarkan format kamera video

    1. Camcoder

clip_image004
Product Information

1/6" CCD imager with 290K effective pixels, 20X optical zoom lens with 990X digital zoom, 2.5" touch panel SwivelScreen LCD display, Memory Stick slot

    1. Camcoder MiniDV

clip_image006
Product Information

1/6” Advanced HAD CCD imager with 340K effective pixels, 20X optical zoom lens with 800X digital zoom, Carl Zeiss Vario-Tessar lens, 2.5” touch panel SwivelScreen LCD display

    1. Camcoder DVD

clip_image008
Product Information

1/6" Advanced HAD CCD imager with 800K Pixel still image capabilities, 20X optical zoom lens with 800X digital zoom, Carl Zeiss Vario-Sonnar lens, 2.5" touch panel Wide Hybrid LCD display

Jenis/type lain dari Handycam :
clip_image009
clip_image010

Definisi Kamera Video

Definisi Kamera Video

Kamera Video adalah perangkat perekam gambar video yang mampu menyimpan gambar digital dari mode gambar analog. Kamera Video termasuk salah satu produk teknologi digital, sehingga disebut pula salah satu perangkat digitizer yang memiliki kemampuan mengambil input data analog berupa frekuensi sinar dan mengubah ke mode digital elektronis.
Video/Film adalah rangkaian banyak Frame gambar yang diputar dengan cepat. Masing-masing Frame merupakan rekaman dari tahapan-tahapan dari suatu gerakan. Semakin cepat perputarannya semakin halus gerakannya, walaupun sebenarnya terdapat jeda antara frame namun kita sebagai manusia tidak bisa menangkap jeda tersebut.

clip_image001

clip_image003

Standard broadcast video
Standard Ragion Frame per second (FPS)
Secam Prancis, Timur tengan dan Afrika 25 fps
PAL Indonesia, China, Australia, Uni Eropa 25 fps
NTSC Amerika,Jepang, Kanada, Mexico, dan Korea 29,97 fps

Video Analog adalah Gambar dan Audio direkam dalam bentuk sinyal Magnetik pada pita magnetik.
Video Digital adalah juga serupa dengan Video analog, gambar dan sura digital direkam dalam pita magnetic, tetapi menggunakan sinyal digital berupa kombinasi angka 0 dan 1.


Memecah video (split) dengan Avidemux

Tandai bagian awal dan akhir dari video yang akan displit seperti pada saat meng-cut.

clip_image002 clip_image004

Lalu simpan, maka yang tersimpan adalah video yang diawali dan diakhiri oleh marker.

Untuk membantu mencari bagian yang harus displit (ditandai dengan gambar gelap), dapat digunakan fasilitas “seek black frame” atau tools --->> Scan for Black Frame.

clip_image006 clip_image008

Latihan: split file movie anda menjadi tiga bagian

Menggabungkan video dengan Avidemux

Untuk menggabungkan video, pastikan ukuran dan format (codec) video sama. Jika belum sama, perlu disamakan dulu dengan filter (akan dibahas berikutnya).

Pilih file yang akan ditambahkan dengan menu File --->> Append, file ini akan ditambahkan dibelakang file yang sedang terbuka.

clip_image010

Bagian-bagian Kamera Video

Bagian-bagian Kamera Videoclip_image002

clip_image004

Bagian-bagian Kamera video :

  1. Penutup lensa
  2. Layar LCD
  3. Tombol pembuka layar LCD
  4. Tombol volume
  5. Batery
  6. Pengunci batery
  7. Tombol power
  8. Tombol start/stop merekam
  9. Jek memasukan listrik dari adaptor
  10. Tempat memasang tali handy camera Lensa
  11. Informasi batery
  12. Tombol lampu
  13. Tombol untuk memilih kualitas warna
  14. Lensa
  15. Mikrophone/mike
  16. Lampu tanda merekam
  17. Infrared (merekam di tempat gelap)
  18. Tombol control vidio
  19. Tombol pengunaan lampu
  20. Tombol FADER
  21. Tombol BACK LIGHT
  22. Tombol FOCUS
  23. Lampu sensor remote

Type analog kamera video dibagi 2 (dua) bagian :

  1. Bagian kamera
  2. Bagian VCR

Fungsi dari bagian-bagian Kamera Video

DSLR itu adalah digital single lens reflex, maksudnya ialah sebuah kamera

dengan sistem digital (menggunakan prosessor, chip, memory, dan kecanggihan

teknologi dalam menangkap gambar) yang memakai satu buah lensa yang

terpasang di body kamera tersebut. reflex mirror didalam kamera akan naik ke

atas disaat kamu menekan tombol shutter dan di saat itu sensor gambar di

dalam kamera akan merekam suatu gambar.

Eyepiece (dudukan mata) = dudukan untuk mata kita disaat melihat ke

viewfinder.

Viewfinder (jendela bidik) = viewfinder menggunakan metode pentaprisma

(bentuk segilima) yang ditempatkan di atas jalur optikal melalui lensa ke

lempengan sensor image. cahaya yang masuk kemudian dipantulkan ke atas

oleh mirror (kaca cermin pantul) dan mengenai pentaprisma. pentaprisma

kemudian memantulkan cahaya beberapa kali hingga mengenai viewfinder

(jendela bidik). saat tombol shutter dilepaskan, kaca membuka jalan bagi cahaya

sehingga cahaya dapat langsung mengenai sensor image.

Image sensor (sensor penangkapan gambar) = sebuah sensor yang

digunakan untuk mengolah dan menangkap suatu gambar yang terdapat di

dalam sebuah kamera. ukuran sensor ada bermacam-macam, yaitu APS-C

Fungsi dan bagian-bagian kamera video serta teknik pengambilan gambar Hal. 3

berukuran 15x23mm, APS-H berukuran 19x29mm, dan FULL-FRAME 24x36mm

(sama dengan besar ukuran film).

Flash (cahaya seperti blits) = flash biasanya digunakan untuk menolong kita

dalam mengambil foto dalam keadaan gelap.

Hotshoe (dudukan eksternal flash) = sebuah dudukan untuk eksternal flash

yang biasanya berada di tengah atas body kamera.

Lens (lensa) = sebuah lensa yang tertanam di mount body kamera (lensa bisa

dilepas dr body dan diganti) yang berfungsi untuk memokuskan cahaya hingga

mampu ditangkap oleh image sensor. di bagian luar lensa biasanya terdapat tiga

cincin, yaitu cincin panjang fokus (untuk lensa jenis variabel), cincin diafragma,

dan cincin fokus. karakter lensa itu ada 5, wide (melebar), macro

(memperbesar),tele (zoom), tilt & shift dan fish eye. dan jenis lensa ada 2 fix

(tidak bisa dirubah seperti, 50mm) dan zoom (ada rangenya seperti, 17-85mm).

lensa juga mempunya fitur is (image stabilizer) untuk meredam getaran dari

tangan dan usm (ultrasonic motor) untuk mempercepat dan sunyi dalam

pencarian focusing. *is usm kode di jenis kamera dlsr canon. fitur tersebut di

lensa kamera dslr lainnya juga ada, tapi kode nama yang lain tetapi dengan

fungsi yang sama.

Lenshood = sebuah tambahan pada lensa untuk mengurangi cahaya yang

berlebih, dampak flare dan pelindung bagian depan permukaan lensa, dan juga

sebagai penambah tampilan lensa agar terlihat lebih sangar. *ingat : pemakaian

hood yang tidak sesuai dengan seri lensanya akan menimbulkan vignetting

(vignetting = flek hitam pada sisi-sisi ujung hasil gambar).

LCD monitor (layar LCD) = untuk melihat hasil gambar dan memantau mode

yang kita pakai untuk mengambil gambar.

Titik focus = jika kamu melihat ke dalam viewfinder, maka kamu akan melihat

sebuah titik-titik kecil yang tersebar (banyaknya titik tergantung jenis dan model

kamera) dimana titik focus itu untuk membantu kamu mencari focus gambar

yang mau diambil.

BODY CAMERA

Body camera ini berisi tabung pengambil gambar (pick up tube) yang berfungsi

untuk merubah gambar optik yang di hasilkan lensa menjadi sinyal elektrik.

Di body camera ini biasanya juga di lengkapi dgn beberapa fasilitas camera

seperti: white balance,shuuter speed,digital efek dll tergantung jenis camera dan

kebutuhannya

VTR/RECORDER

Vtr berfungsi sebagai alat perekam gambar dan suara

Di beberapa camera ada yg recordernya terpisah namun ada juga yang menyatu

dgn body camera,kelebihan jika recordernya jadi satu adalah keringanan dan

efesiensi waktu.

Sistim Optik Internal

Semua kamera televisi berwarna menggunakan system optic bagian dalam

,yang memisahkan cahaya yang difokuskan oleh lensa kedalam 3 warna primair.

Systim optic yang biasa digunakan dalam prism beam-splitter, yang menerima

sumber cahaya secara maksimum dan sedikit sinar yang hilang atau distorsi

optic.

Kamera televisi yang murah harganya menggunakan system optic cermin

diskroik.

Photoelektric Transducer

Baik itu berupa pickup tube ( tabung ) , maupun CCD (Charge Couple Device) ,

berfungsi mengubah bayangan optic kedalam sinyal elektronik atau sinyal video.

Pickup Tube (tabung)

Jenis tabung yang banyak digunakan adalah Plumbicon dan saticon . Tabung

tabung ini mampu menghasilkan gambar berwarna yang berkualitas tinggi.

Tabung plumbicon yang dibuat untuk kamera studio tersedia dalam dua ukuran ,

format yang berdiameter 1 ¼ Inch (30 mm) dan format 1 inch (25 mm). Format

ini menunjukan ukuran permukaan photoconductive pada tabung. Semakin lebar

permukaan tabung semakin bagus kwalitas gambarnya. Tetapi kamera dengan

tabung lebih kecil akan semakin ringan dan memerlukan sedikit sumber daya

Kamera studio yang baru sudah memakai format 2/3 inch (18 mm) dan kamera

ENG?EFP dengan format ½ inch (12 mm) juga mampu menghasilkan gambar

yang berkualitas tinggi.

CCD (Charge Couple Device)

CCD adalah sebuah chip terpadu sebagai pengganti pickup tube. Fungsinya

persis sama , hanya cara kerjanya berbeda. CCD memberikan beberapa

keuntungan , bentuknya kecil dan ringan sehingga kamera dirancang lebih

praktis dan ringan dari kamera tabung. Teta[pi pickup tube biasanya

menghasilkan gambar yang lebih tinggi resolusinya.

clip_image005

clip_image006

Forum Multimedia Edukasi www.formulasi.or.id

Kategori