Orchestra

Di jaman perang, Kerajaan Qi diperintah oleh seorang raja yang sangat menyukai music terutama yang berbentuk orchestra. Hal yang sangat disenanginya adalah melihat serta mendengarkan ratusan musisi yang memainkan simfoninya.

Suatu hari, Sang Raja meminta kepada panglimanya untuk mencari dan mengumpulkan 300 musisi yang bisa bermain music untuk digabungkan dalam sebuah orchestra. Raja ingin menikmatinya gemuruh ria sebuah orchestra di sela libur berperang.

Tersebutlah seseorang bernama Nanguo, yang menerima tawaran untuk bermain music dalam orchestra tersebut. Padahal sebenarnya, Nanguo ini tidak bisa memainkan satu alat music pun. Dan manakala tiba waktunya untuk berlatih, Nanguo menirukan semua yang dilakukan oleh pemain music di kiri kanannya. Hingga ketika tiba waktunya orkestra tersebut memainkan musiknya di depan Sang Raja, pun Nanguo terus bermain laksana pemain music yang sangat pandai (menirukan pemain lain). Sehari-harinya, Nanguo tampak seperti ahli yang terus bermain .

Selama beberapa lama, tak ada satu pun orang yang menyadarinya. Dia terus bermain dengan baik, hingga akhirnya Sang Raja meninggal dan digantikan oleh sang Pangeran. Kegemaran sang Pangeran juga tidak jauh berbeda dengan Sang Raja. Namun Pangeran tidak menyukai gemuruh music yang terlalu ramai, karena lebih menyukai music yang dimainkan penuh harmonisasi oleh sedikit pemain. Maka dilakukanlah pemilihan dengan melakukan Audisi dari 300 pemain music tersebut.

Nanguo yang mendengar kabar ini terkejut, dia bingung sangat kepalang. Karena tak satupun musisi yang bisa lari meninggalkan audisi ini. Hingga akhirnya Nanguo mendapat giliran untuk melakukan audisi. Dan Nanguo pun dihukum.

–\\

Banyak sekali orang-orang seperti Nanguo. Yang meniru seakan ahli padahal sebenarnya tidak bisa sama sekali. Atau banyak yang sebenarnya tidak ahli dalam sesuatu, namun karena sesuatu itu adalah apa yang dilakukan banyak orang maka dia akan menirukannya.

Ada banyak pula yang sanggup berteriak manakala sudah tahu ada banyak orang dibelakangnya yang mendukung, bukan karena keberaniannya sendiri. Dan ini bukanlah ciri pengusaha, karena PENGUSAHA akan selalu berusaha menjadi beda.

“People talk loud when they want to sound smart, right? CORRECT!!!” – Squidward and Plankton -

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar