Berkebun

Pak Ahmad, yang sudah selesai pensiun dari pekerjaannya, seketika berubah menjadi suka berkebun. Sebuah kegiatan yang jauh dari kesukaan sebelumnya. Apalagi mengingat dirinya dulu adalah orang yang sangat sibuk.

Beberapa tanaman dibeli meski tidak tahu jenis atau nama dari tanaman tersebut. Baginya yang terpenting adalah memulai kegemaran barunya dibandingkan harus menganggur. Dia membelinya dari tetangganya yang pindah kota.

Setiap pagi, tanaman-tanamannya disiram dengan teliti. Dipotongi daun-daun yang mulai layu dan dibersihkannya dahan atau daun yang jatuh disekitarnya dari pepohonan dikebunnya.

Tanpa terasa waktu berselang hingga 1 tahun lewat. Datanglah beberapa kawan sewaktu bekerja dulu untuk beranjangsana. Di taman dekat Pak Ahmad biasa berkebun, mereka bersenda gurau.

Pak Aji mantan bosnya, sekarang jadi orang rumahan katanya. Pak Toro sejawatnya, ikut andil dalam bisnis yang dikelola anaknya. Dan Pak Suro yang setahun pensiun setelah Pak Ahmad, punya usaha rental mobil.

Karena lama tak bersua maka asyiklah mereka berbincang-bincang. Sesekali mereka membicarakan kebiasaan jelek masing-masing dan mentertawakannya. Tak terasa, semua tingkah laku jaman dulu menjadi bahan ketawa bagi mereka. “Tentu kita tidak menyangka kalau semua yang kita lakukab dulu menjadi hal yang lucu di jaman sekarang” sergah salah satu dari mereka.

Tiba-tiba, Pak Toro berubah serius dan bertanya kepada Pak Ahmad. “Permisi Pak, apakah itu tumbuhan yang bisa untuk obat dan sedang dicari banyak orang?”. Pah Ahmad pun menjawab, “Mohon maaf Pak Toro, saya tidak ngerti nama-nama dari tanaman saya sendiri. Karena saya asal ada kegiatan”, jawabnya sembari nyengir.

Tak berapa lama Pak Toro menelpon anaknya. Setelah selesai dia menerangkan bahwa selama ini bisnis anaknya adalah ramuan herbal dan sedang membutuhkan tanaman yang disebut itu.

Anak Pak Toro pun datang dan setelah meminta ijin pada tuan rumah dan tamu lainnya, dia memastikan tanaman tersebut apakah benar memang yang sedang dicarinya. “Iya benar; ini yang sedang kami cari”. Dengan muka ceria dia menerangkan khasiat dan kegunaan dari tanaman tersebut.

Akhirnya anak Pak Toro berhasil membeli tanaman tersebut dari Pak Ahmad. Seketika Pak Ahmad berubah menjadi jutawan dengan tidak pernah menyangka sebelumnya.

—– Insight ——

Kita tidak harus pintar dengan hal yang dikerjakan. Kita tidak harus hebat dan terkenal dulu untuk memulai sesuatu. Yang penting kita terus lakukan sesuatu yang menyenangkan bagi diri kita, tanpa berpikir terlampau jauh dengan apa yang akan terjadi.

Keberuntungan selalu mengintai orang-orang yang terus berusaha.

Salam kreatif.

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar