Skip to main content

Sakit Gigi? Takan ada yang menjenguk

Sakit Gigi? Takan ada yang menjenguk - Jaman dulu, sewaktu aku kecil, sakit gigi sama dengan kiamat kecil. Karena membayangkan peralatan gigi yang serba lancip, ditambah aku yang memang paranoid bila ketemu dengan peralatan suntik. Ditambah lagi, dokter gigi di kampung dulu rata-rata kejam dalam menjalankan perawatan gigi. Ahh pokoknya menyebalkan semuanya.

Hingga di usia yang sudah lebih dari kepala tiga, tetap saja ke dokter gigi dan suntik adalah hal menakutkan buatku. Sementara, gaya hidupku yang tidak beraturan terutama dalam hal makan dan merawat kondisi gigi, seringkali menjadi buah simalakama bagi diriku sendiri. Takut sakit gigi tapi tidak mau menjaga kesehatan gigi, begitulaah…

Gigi terletak ada di dalam mulut, oleh karena letaknya itu pula maka siapapun yang sakit gigi tidak akan ada yang nengokin. Ternyata kegiatan sosial dipengaruhi oleh faktor manifesto juga ya :D . Dan yaa, sakit gigi memang tidak mengasikkan. Meski kata Meggy Z terbalik, tetaplah aku tidak mau sakit gigi lagi. Dicabut, disuntik gusinya, di obok-obok dan sebagainya tidaklah menyenangkan. Sakit. Belum lagi kalau ketemu dokter gigi yang asal-asalan, yang mungkin juga dulu masuk kedokterannya nyogok, pas deh semuanya :) .

Sampai kemudian aku berkegiatan sosial di daerah cianjur dan bertemu dengan seorang dokter gigi yang ikut kegiatan tersebut. Dalam perjalanan, aku banyak bertanya kepadanya tentang gigi dan sakit gigi. Alhasil, ada sekitar 2-3 gigi yang ada di mulutku harus dibereskan alias di cabut. Wowww… Kayak ketiban sial rasanya. Tapi dokter gigi ini berhasil meyakinkan aku bahwa tindakan perawatan harus dilakukan, atau aku akan makin kehilangan teman karena menyendiri dan memegangi mulut terus-terusan.

Sepulang kegiatan, aku lupa. Bahkan sampai 2 tahun kemudian, barulah aku datang untuk memeriksakan gigi. Itu pun didahului ada kegiatan sosial untuk merapi, dan dia menitipkan beberapa bantuan sosialnya kepadaku. Dan gigi yang memang sudah mulai mengganggu sejak beberapa tahun silam, akhirnya berhasil di singkirkan dari mulutku. Suprise! Aku tidak merasakan sakit seperti yang aku bayangkan. Ternyata selama ditangani oleh dokter gigi yang satu ini, aku tidak mendapatkan apa yang selalu menjadi bayanganku hingga menimbulkan paranoid. Aku baik-baik saja.

Ternyata, dengan teknologi masa kininya serta pengetahuannya, dokter gigi ini sudah bisa menjalankan tindakan perawatan tanpa menimbulkan rasa sakit yang berlebihan. Para dokter gigi di Klinik Gigi Vegi telah membuatku merasa nyaman untuk datang rutin memeriksakan gigi.

Untuk profil klinik gigi vegi, silahkan kunjungi situsnya disini
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar