Kode Etik

Hari ini saya membenahi sebuah situs milik klien dari Bekasi. Dari beberapa pembenahan yang harus dilakukan, menuntut saya untuk masuk ke dalam dashboard cpanel. Awalnya, saya membenahi apa yang perlu untuk dibenahi saja. Setelah selesai, saya coba kembali ke home/index dashboard cpanel. Karena saya melihat quota harddisk yang hampir setengah dari Quota yang dipunyai, maka saya tertarik untuk membersihkan file-file yang sudah tidak dipakai atau file temporarynya biar lebih ringan digunakan.

Tanpa sengaja, di folder file manager saya menemukan folder-folder yang aneh dan tidak ada hubungannya dengan file website klien saya ini. Akhirnya saya buka satu per satu. Setiap saya buka semakin saya curiga, karena folder folder ini menuju ke domain tertentu atau boleh dibilang add on domain. Dan ketika saya cek domain tersebut, ternyata aktif dan ada. Saya makin tambah penasaran. Saya coba menganalisa dan menghubungkan isi file dengan domain yang aktif tersebut. Setelah melalui beberapa hal, akhirnya saya dapat konklusi kalau folder subdomain tersebut sudah tidak dipakai, dan domain tersebut sudah berdiri sendiri berikut dengan hostingnya.

Terus apa maksud Kode Etik yang saya jadikan judul?

Ada dua folder yang mengindikasikan add on domain. Berdasar pertanyaan saya ke klien saya ini, beliau mengatakan kalau hosting kepunyaannya hanya satu domain. Dulunya pernah ada add on domain dari teman lainnya namun sudah tidak pernah dipakai. Namun folder satunya, beliau mengatakan “tidak tahu”, bahkan cenderung kaget begitu tahu ada folder add on domain di dalam hostingnya. Maka saya tanyakan, siapa dulu developernya? Tanyakan saja, apa benar beliaunya pernah menginjeksi atau add on domain di hostingnya?. Namun pada dasarnya saya tidak perduli siapa developernya.

Yang ingin saya soroti disini adalah, ketidak-etisan developer yang telah “berani” meng-add on domain ke dalam hosting klien lain. Hosting adalah property, bila property seseorang bisa dilanggar dengan seenaknya, maka itu sangatlah tidak etis. Meski dalam dunia programming atau website development tidak terdapat kode etik yang fix, namun tentu etika untuk memasuki wilayah kekayaan orang lain tidaklah dibenarkan. Apalagi bila maksudnya untuk mendapatkan keuntungan lebih, itu sama dengan menghalalkan segala cara.

Semoga saja hasil temuan saya ini salah, semoga saja teman developer website ini dulu hanya menggunakan hosting klien saya sebagai uji coba, meskipun itu tetap tidak dibenarkan.

Salam etis.

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar